ALL SPORTBeritaKAWAT DUNIASport

The Egyptian King: Kisah di Balik Sukses Mohamed Salah Raih Gelar PFA Ketiga

KALTENG.CO-Mohamed Salah, nama yang tak asing bagi penggemar sepak bola, kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah kariernya. Bintang andalan Liverpool ini baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik PFA untuk ketiga kalinya, sebuah pencapaian yang menjadikannya pemain pertama yang berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi dari Professional Footballers’ Association (PFA).

Pencapaian luar biasa ini diraihnya pada ajang penghargaan PFA musim 2024/2025. Mo Salah berhasil mengungguli para pemain top lainnya yang masuk nominasi, seperti Alexis Mac Allister (Liverpool), Cole Palmer (Chelsea), Bruno Fernandes (Manchester United), Declan Rice (Arsenal), dan Alexander Isak (Newcastle United). Gelar ini menambah koleksi piala pribadinya setelah sebelumnya ia memenangkan penghargaan serupa pada tahun 2018 dan 2022.

Namun, di balik gemerlap penghargaan dan sorotan dunia, ada sebuah kisah perjalanan panjang yang penuh liku. Sebuah kisah yang membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keyakinan adalah kunci untuk mencapai puncak kesuksesan.


Dari Nagrig Menuju Panggung Eropa

Lahir di Nagrig, sebuah desa kecil di Mesir, pada 15 Juni 1992, Mohamed Salah Hamed Ghaly atau yang akrab disapa Mo Salah memulai mimpinya di dunia sepak bola dengan bergabung bersama klub lokal, El Mokawloon, pada tahun 2012. Meskipun hanya mencetak 12 gol dari 45 penampilan, bakatnya sudah mulai tercium oleh klub-klub Eropa.

Pintu menuju Eropa akhirnya terbuka lebar ketika ia direkrut oleh klub Swiss, FC Basel 1893, pada 2013. Di sana, ia tampil memukau dengan 20 gol dan 14 assist yang membuatnya menjadi incaran banyak klub besar. Pada 2014, Chelsea datang dengan tawaran sebesar 16 juta Euro dan berhasil memenangkan persaingan dari Liverpool untuk mendapatkan jasanya.

Namun, kariernya di Stamford Bridge tidak berjalan mulus. Kurangnya menit bermain membuat Salah harus dipinjamkan ke dua klub Italia, yaitu Fiorentina dan AS Roma. Meski di Fiorentina ia belum sepenuhnya bersinar, performanya di AS Roma sangat cemerlang. Selama 83 pertandingan, ia berhasil mencetak 34 gol dan 21 assist, membawa AS Roma finis di posisi runner-up Serie A.


Momen Kebangkitan Bersama The Reds

Titik balik karier Mohamed Salah terjadi pada tahun 2017. Ia akhirnya kembali ke Inggris, kali ini dengan mengenakan seragam merah kebanggaan Liverpool. Di bawah asuhan pelatih Jürgen Klopp, bakat The Egyptian King meledak.

Pada musim pertamanya, ia langsung mencetak 32 gol hanya dari 38 pertandingan, sebuah rekor fantastis yang langsung menempatkannya sebagai idola baru di Anfield. Sejak saat itu, kontribusinya bagi The Reds tak pernah berhenti. Ia menjadi motor serangan yang membawa Liverpool meraih gelar bergengsi, termasuk Liga Champions UEFA pada musim 2018/2019 dan Liga Inggris pada musim 2019/2020 dan 2024/2025.

Hingga saat ini, Salah telah mencatatkan 246 gol dan 113 assist dari 403 penampilannya bersama Liverpool. Angka-angka ini membuktikan betapa vitalnya peran Mo Salah dalam kesuksesan klub. Tak heran, berbagai penghargaan individual terus mengalir kepadanya, mulai dari Pemain Terbaik Afrika, Pencetak Gol Terbanyak Liga Inggris, hingga tiga kali Pemain Terbaik PFA.

Kisah Mohamed Salah adalah inspirasi nyata tentang bagaimana seorang anak dari desa kecil di Mesir bisa menaklukkan panggung sepak bola dunia. Dengan tekad, kerja keras, dan bakat yang tak terbantahkan, ia membuktikan bahwa ia memang pantas dijuluki The Egyptian King. (*/tur)

https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button