Berita

12 Warisan Budaya Indonesia ini Diakui UNESCO

Memanfaatkan Cagar Budaya untuk Berbagai Kepentingan Pendidikan

Itje menuturkan, secara keseluruhan ada 10 Kriteria Nilai Universal Luar Biasa yang dapat tercantum sebagai warisan budaya dunia. “Jadi, ketika sudah ada lebih dari dua kriteria itu terpenuhi, maka sebuah properti bisa di ajukan menjadi warisan dunia. Itu yang di sebut memiliki OUV,” tuturnya.

Adapun, Sekretaris Dit jen Kebudayaan, Fitra Arda mengatakan, salah satu upaya perlindungan dan pelestarian budaya Indonesia adalah melalui penetapan warisan budaya.

Saat ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menetapkan 1.635 warisan budaya di tingkat nasional, provinsi, kota, maupun kabupaten.

Selain itu, lanjutnya, upaya pengembangan dan pemanfaatan warisan budaya juga telah di lakukan, salah satunya dengan memanfaatkan cagar budaya untuk berbagai kepentingan pendidikan, pariwisata, dan agama. “Itu sudah banyak di lakukan, misalnya Candi Borobudur, Dieng, dan berbagai situs,” ujar Fitra.

Pemerintah juga telah menerbitkan peraturan terbaru, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya. Yang merupakan peraturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Fitra menjelaskan. Peraturan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dan masyarakat mengenai hal-hal. Yang harus di lakukan dalam upaya pelindungan dan pelestarian cagar budaya.

“Tentu akan memudahkan kita dalam melakukan upaya perlindungan dan pelestarian itu. Terlebih akan memudahkan teman-teman di pemerintah daerah untuk membuat turunan lanjutannya mengenai peraturan daerah. Sehingga nanti kewenangan-kewenangan daerah tentang warisan cagar budaya dan warisan tak benda akan lebih mudah dengan lahirnya peraturan ini,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Indonesia telah berhasil mencatatkan 12 Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO. Berikut daftarnya:

  1. Wayang (2008),
  2. Keris (2008),
  3. Batik (2009),
  4. Pendidikan dan Pelatihan Membatik (2009),
  5. Angklung (2010),
  6. Tari Saman (2011),
  7. Noken (2012),
  8. Tiga Genre Tari Bali (2015),
  9. Kapal Pinisi (2017),
  10. Tradisi Pencak Silat (2019),
  11. Pantun (2020), dan
  12. Gamelan (2021).(tur)
https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co
Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button