BeritaHIBURANMETROPOLIS

Aktris Pemenang Oscar Bicara: Jennifer Lawrence Kritik Keras Situasi Gaza dan Politik Amerika

KALTENG.CO-Jennifer Lawrence, pemenang Oscar dan salah satu aktris paling berpengaruh di Hollywood, telah menggunakan panggung internasionalnya untuk menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap konflik di Gaza. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Festival Film Internasional San Sebastian pada Senin (29/9/2025).

Lawrence hadir di Spanyol untuk mempromosikan film terbarunya, Die My Love, sekaligus menerima penghargaan bergengsi, Penghargaan Donostia, atas kontribusinya di dunia perfilman. Namun, fokus konferensi pers segera bergeser ketika ia diminta pendapat mengenai situasi kemanusiaan yang memanas di Timur Tengah.

Sebut Konflik Gaza ‘Sadis’ dan Memalukan

Ketika ditanya mengenai konflik yang sedang berlangsung di Gaza, Lawrence tidak ragu untuk memberikan penilaian yang tajam dan emosional. Dilansir dari laman Variety, ia menyebut situasi tersebut sebagai hal yang “sadis” dan menegaskan bahwa kekerasan yang terjadi “tidak dapat diterima.”

Bukan hanya melihat situasi dari sudut pandang politik, aktris yang terkenal dengan perannya dalam The Hunger Games ini lebih menyoroti dampak jangka panjang terhadap generasi mendatang. Lawrence secara terbuka menyampaikan ketakutan besarnya terhadap dampak kekerasan tersebut, terutama bagi anak-anak di seluruh dunia.

“Saya takut pada anak-anak saya, pada semua anak kita,” ungkap Jennifer Lawrence seperti dikutip Variety.

Ia menilai keadaan tersebut “memalukan” dan sangat mengkhawatirkan masa depan generasi muda yang tumbuh di tengah kekerasan global.

Kritisi Politik AS: Minim Empati dan Integritas

Selain menyinggung krisis di Gaza, Jennifer Lawrence juga menyentuh kondisi politik di Amerika Serikat. Ia mengungkapkan keprihatinan bahwa lingkungan politik saat ini dipenuhi dengan ketidakjujuran dan minimnya empati.

Lawrence menyesalkan bahwa generasi muda kini mungkin menganggap politik yang kekurangan integritas sebagai sesuatu yang normal. Menurutnya, pengabaian terhadap krisis kemanusiaan di satu wilayah dapat berimbas dan menciptakan kekacauan di negara-negara lain.

Meskipun demikian, Lawrence mengingatkan bahwa beban untuk memperbaiki masalah politik global tidak semestinya dibebankan seluruhnya pada para seniman. Ia sendiri mengaku takut kata-katanya disalahgunakan untuk memperkeruh suasana yang sudah tegang.

“Saya hanya ingin masyarakat tetap fokus pada siapa yang bertanggung jawab dan kapan harus memilih,” tambahnya, menekankan pentingnya akuntabilitas dan partisipasi dalam pemilu.

Kebebasan Berekspresi dan Pentingnya Film

Di awal konferensi pers yang sama, Lawrence sempat menyoroti ancaman terhadap kebebasan berbicara dan berekspresi yang kini dirasakannya di Amerika Serikat. Ia menegaskan kembali peran penting festival film sebagai ruang aman untuk mempertahankan nilai-nilai kebebasan tersebut.

Menurutnya, melalui film, masyarakat memiliki kesempatan untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan belajar satu sama lain, sebuah peran vital di tengah dunia yang semakin terfragmentasi dan penuh ketegangan politik. (*/tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button