BeritaPEMKO PALANGKA RAYA

Antisipasi Lonjakan DBD, Lurah Panarung Ajak Warga Aktif PSN dan G1R1J

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kelurahan Panarung mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat menyusul meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama Januari 2026. Tercatat, sejak Minggu I hingga Minggu III Januari, telah terjadi sebanyak 16 kasus DBD di wilayah tersebut.

Lurah Panarung, Evi Kahayanti, menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu, dari panas ke penghujan, berpotensi mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyebab DBD. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus di lakukan secara bersama dan berkelanjutan.

“Musim penghujan dengan banyaknya genangan air menjadi waktu yang sangat rawan penularan DBD dan bahkan dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB). Untuk itu, kami mengimbau seluruh masyarakat Panarung agar lebih waspada dan aktif melakukan pencegahan sejak dini,” ujar Evi Kahayanti, Kamis (29/1/2026).

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin setiap minggu melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memusnahkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Deteksi Dan Penanganan Dini Sangat Penting

Selain itu, warga juga di minta menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan sampah yang dapat menampung air hujan, serta menaburkan bubuk abate secara selektif pada tempat penampungan air yang sulit di kuras. Bubuk abate tersebut dapat di peroleh secara gratis di puskesmas setempat.

“Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan DBD,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Kelurahan Panarung juga mendorong optimalisasi Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan memantau keberadaan jentik nyamuk di setiap rumah agar lingkungan benar-benar bebas dari jentik.

Evi Kahayanti juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda mendapatkan pertolongan medis. Apabila terdapat warga yang mengalami demam tinggi selama 2 hingga 7 hari dengan gejala yang mengarah ke DBD, di minta segera di bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, pustu, rumah sakit, atau dokter praktik.

“Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih fatal,” tegasnya.

Melalui imbauan ini, pihak kelurahan berharap peran aktif seluruh elemen masyarakat dapat menekan angka kasus DBD di wilayah Panarung. “Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita dapat melindungi keluarga dan lingkungan dari ancaman DBD,” pungkas Evi. (bam)

Related Articles

Back to top button