AS Desak Tak Beri Pengakuan ke Junta Militer Myanmar

Pengambilalihan Kekuasaan Telah Sejalan Dengan Konstitusi
Myanmar telah jatuh dalam krisis sejak Jenderal Min Aung Hlaing menggulingkan pemerintah sipil yang di pimpin oleh peraih Nobel, Aung San Suu Kyi, pada 1 Februari 2021. Kudeta militer mendorong unjuk rasa yang menyebar luas dan perlawanan-perlawanan bersenjata yang di warnai penindasan dan kekerasan.
Militer berdalih pengambilalihan kekuasaan telah sejalan dengan konstitusi dan bahwa oposisi adalah teroris.
Jenderal Min Aung Hlaing tidak di undang ke KTT ASEAN pada Oktober lalu yang di pimpin oleh Brunei Darussalam. Karena di nilai kurang bekerja sama dalam menjalankan rencana perdamaian yang di sepakati oleh perhimpunan tersebut.
ASEAN mengungkapkan kekecewaan karena utusan khusus yang telah di tunjuk untuk membantu penyelesaian isu Myanmar. Tidak di beri akses untuk berkunjung ke negara itu guna menemui semua pihak terkait, termasuk Suu Kyi. Yang kini di jatuhi hukuman penjara.
Penjabat Menteri Luar Negeri Myanmar yang di tunjuk militer mengunjungi Kamboja dan bertemu dengan Hun Sen pada Selasa (7/12). Sehari setelah junta mendapat kecaman global karena menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada Suu Kyi. Atas tuduhan hasutan dan melanggar aturan Covid-19.
Sementara itu, Hun Sen. Yang menghadapi kritik dari kelompok HAM dan pemerintah Barat atas apa yang mereka lihat sebagai penindasan demokrasi. Juga berjanji untuk mengunjungi Myanmar.(tur)



