Awasi Peredaran Rokok Ilegal, Ini Ciri-cirinya

Awasi Peredaran Rokok Ilegal, Ini Ciri-cirinya

KALTENG.CO – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo Pantjoro Agoeng Sidak peredaran rokok ilegal di kios-kios pedagang Pasar Tradisional Mojosari, Rabu (24/11/2021).

Selain sidak, bupati juga menyosialisasikan ciri-ciri rokok ilegal kepada para pedagang. Kegiatan tersebut merupakan usaha Pemerintah Kabupaten Mojokerto di bidang penegakan hukum cukai.

Tidak di temukan satu pun pelanggaran ciri-ciri rokok ilegal. Seperti rokok polos tanpa pita cukai pada kemasan, pita cukainya palsu (pita cukai asli cetakannya tajam, pita cukai asli kertasnya tidak berpendar jika disinari UV, hologram terlihat berdimensi jika dilihat dari sudut berbeda), rokok dengan pita cukai bekas (ada lipatan, sobekan, atau bekas lem tambahan), dan rokok dengan pita cukai berbeda/salah personalisasi/salah peruntukan (bandingkan nama produsen rokok di bagian bawah atau samping kemasan rokok, dengan kepemilikan pita cukai yang dapat dilihat dari kode personalisasi pada pita cukai).

Peredaran rokok ilegal harus di hentikan karena berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Jika di tinjau dari segi perekonomian, rokok ilegal merugikan penerimaan pendapatan Negara karena berusaha mengakali untuk menghindari pungutan cukai resmi.

Rokok ilegal juga tidak mematuhi peraturan pemerintah terkait pemasangan peringatan kesehatan bergambar. Sehingga informasi bahaya merokok tidak tersampaikan kepada masyarakat.

Jika peredaran rokok ilegal dapat di cegah, pendapatan Negara melalui cukai dapat meningkat. Sehingga, hasilnya dapat di manfaatkan untuk peningkatan program kesehatan yang bersifat promotif dan preventif untuk mengatasi dampak akibat merokok.

’’Rokok ilegal jelas merugikan Negara dari sisi penerimaan pendapatan, tentunya juga dari sisi kesehatan jika melihat faktor risikonya. Menggempur rokok ilegal adalah tugas kita bersama. Harus ada kerja sama yang baik antara masyarakat, Pemerintah juga penegak hukum,’’ pesan bupati. (tur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *