
KALTENG.CO-Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi khusus kepada para mantan menterinya yang telah selesai bertugas.
Dalam sebuah langkah yang jarang terjadi, Presiden mengirimkan surat pribadi yang berisi ucapan terima kasih atas dedikasi mereka selama hampir 11 bulan terakhir di Kabinet Merah Putih. Surat ini diantarkan langsung oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Momen Silaturahmi dan Ungkapan Terima Kasih
Pada Minggu (14/9/2025), Teddy Indra Wijaya mengunggah momen pertemuan dengan kelima mantan menteri di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet). Dalam unggahan tersebut, ia menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan surat langsung dari Presiden Prabowo.
“Berjumpa dengan lima menteri Kabinet Merah Putih yang telah menyelesaikan tugas. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan surat khusus dari Presiden Prabowo Subianto,” tulis Teddy.
Ia menambahkan bahwa surat tersebut disusun langsung oleh Presiden sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dan kontribusi besar para menteri dalam menjalankan amanah selama ini. Momen ini menunjukkan hubungan baik dan penghargaan yang tulus dari Presiden Prabowo kepada para pembantunya.
Lima Nama Menteri yang Mendapat Surat Khusus
Lima menteri yang menerima surat penghargaan ini adalah sosok-sosok penting di Kabinet Merah Putih. Mereka adalah:
- Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Budi Gunawan.
- Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
- Mantan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi.
- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo.
- Mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding.
Kelima menteri ini direshuffle dalam perombakan kabinet yang diumumkan pada Senin (8/9) pekan lalu.
Perombakan Kabinet dan Menteri Baru
Dalam reshuffle tersebut, Presiden Prabowo melantik beberapa menteri baru untuk mengisi posisi yang kosong. Purbaya Yudhi Sadewa kini menjabat sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin menjadi Menteri P2MI, dan Ferry Juliantono mengemban tugas sebagai Menteri Koperasi.
Sementara itu, untuk posisi Menko Polhukam dan Menpora, Presiden Prabowo menunjuk Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, sebagai Menko Polhukam ad interim. Pengganti definitif untuk kedua posisi tersebut masih belum diumumkan.
Selain itu, Presiden Prabowo juga melantik menteri dan wakil menteri untuk kementerian baru, yaitu Kementerian Haji dan Umrah. Mochamad Irfan Yusuf dilantik sebagai Menteri, sedangkan Dahnil Anzar Simanjuntak menjabat sebagai wakil menterinya. (*/tur)




