BeritaHukum Dan KriminalPalangka Raya

Bantah Ada Pembiaran! Kalapas Palangka Raya Ungkap Fakta Pengeroyokan Napi TPPU Hendra Jaya Pratama melalui CCTV

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Pihak Lapas Kelas II A Palangka Raya angkat bicara perihal peristiwa pengeroyokan yang menimpa salah seorang narapidana bernama Hendra Jaya Pratama. Kejadian itu terjadi pada, Minggu 28 Desember 2025 pagi lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian itu bermula saat korban tengah melintas di area lapas dan secara spontan langsung dihadang oleh dua narapida lainnya. Saat itu insiden memuncak dan memicu terlibatnya WBP yang lain.

Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo mengatakan, sebelumnya WBP yang menjadi korban ini di tempatkan di blok maksimum. Penempatan itu berdasarkan hasil assesment memang yang menunjuknya harus berada di sel tersebut.

“Dua orang WBP yang awal mula melakukan penganiayaan ini memang dapat dikatakan merencanakan atau juga karena ada kesempatan,” katanya kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Lanjutnya, berawal dari dua orang itu akhirnya kejadian tidak terkendali. Petugas Lapas segera meresponnya saat mendengar keributan tersebut. Kemudian KPLP Lapas Palangka Raya menyusul mendatangi lokasi kejadian untuk meredamnya.

“Tidak ada pembiaran insiden itu terjadi. Hal ini juga dapat diperkuat dengan hasil CCTV yang merekam aksi tersebut,” urainya didampingi KPLP Alam dan Kasi Kamtib Pirhan’s.

Ditambahkannya, kejadian itu berlangsung kurang lebih selama 1 menit lebih dan langsung berhasil dilerai.

“Berdasarkan pemeriksaan, memang ada masalah pribadi dua napi itu kepada yang bersangkutan dan tidak ada sangkut paut kelompol kelompok napi lainnya,” bebernya.

Pasca insiden tersebut, pihaknya segera melakukan evakuasi kepada korban untuk mendapatkan pengobatan.

“Kami juga telah melakukan mediasi. Dari hasil itu, bahwa pelaku utama siap untuk berdamai. Saat ini juga situasi di lingkungan Lapas kembali kondusif,” tegasnya.

Saat ini, kedua napi yang diduga pemicu awal insiden pemukulan itu telah dimasukan ke dalam strap sel. Untuk sanski, kemungkinan mendapatkan penundaan terhadap haknya selama satu tahun.

“Begitu juga dengan petugas yang saat itu tengah menjaga turut dilakukan pemeriksaan. Tidak ada bukti mengarah kepada petugas yang terlibat dalam kejadian tersebut,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana menambahkan, pihak Lapas Kelas IIA Palangka Raya segera melakukan pengamanan begitu kejadian diketahui. Sejumlah petugas dari unsur KPLP, subseksi keamanan, staf, serta regu pengamanan langsung diterjunkan untuk melerai dan mengendalikan situasi agar tidak meluas.

Menurutnya, langkah cepat tersebut membuat kondisi lapas kembali kondusif. Seluruh WBP yang sempat berkumpul diarahkan kembali ke blok hunian masing-masing untuk mencegah potensi gangguan lanjutan.

“Petugas bergerak cepat melakukan peleraian dan pengamanan. Setelah itu, situasi berhasil dikendalikan dan aktivitas lapas kembali normal,” ujarnya.

Korban pengeroyokan kemudian mendapatkan pengamanan khusus dan langsung dibawa ke Klinik Lapas untuk mendapatkan penanganan awal. Mengingat kondisi korban memerlukan perawatan lanjutan, yang bersangkutan selanjutnya dirujuk ke RS Bhayangkara Palangka Raya.

Sementara itu, dua WBP yang diduga terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan telah diidentifikasi berdasarkan keterangan korban dan saksi. Keduanya kini ditempatkan di sel khusus untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan transparan. Setiap pelanggaran keamanan di dalam lapas akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Sebelumnya, Frans Sambung, orangtua Hendra Jaya Pratama mengklarifikasi dan menyampaikan hak jawab yang disampaikan ke media bahwa kondisi terkini HJP yang saat ini terbaring lemah di Rumah Sakit karena dikeroyok oleh oknum anak buah bandar narkoba di Lapas Palangka Raya.(oiq)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button