Beban Guru Honorer di Masa Pandemi Covid Makin Berat

JAKARTA,Kalteng.co -Dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ), para guru, khususnya guru honorer merasa sangat kesulitan dalam praktik di lapangan. Pasalnya, mereka di tuntut untuk melakukan pembelajaran secara online, namun aksesnya masih belum baik.
Ketua Presidium Pendidik Tenaga Kependidikan Honorer Indonesia (PTKHI), Defi Meliyana menuturkan, akses untuk memiliki gawai untuk mendukung pelaksanaan PJJ tidak ada, di karenakan ketidakmampuan ekonomi. Oleh karenanya, PJJ menjadi tidak ideal.
“Sudah tidak dalam kondisi ideal. Banyak hal yang harus di pertimbangkan kembali,” jelasnya dalam siaran YouTube VOX Populi Institute Indonesia, Senin (7/6/2021).
Ia menambahkan, bagi guru honorer yang memiliki gawai pun, bukan berarti tidak ada masalah. Ia membeberkan bahwa terdapat sejumlah guru honorer yang tidak mendapat bantuan subsidi kuota gratis dari Kemenristekdikbud.
“Saya pribadi belum pernah dapat satu gigabyte pun bagi guru honorer dan murid. Jadi, di mana pemerataannya? Tidak ada mekanisme yang pas untuk menyalurkan kuota ke guru, ke murid,” imbuhnya.
Lalu, bagi yang mendapat bantuan kuota, guru honorer yang berada di daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T) masih kesulitan mendapat sinyal. Untuk itu, pihaknya menilai, PTM terbatas layak di pertimbangkan dengan standar penyelenggaraan yang baik.
Oleh karen itu, kita semua berharap pemerintah akan lebih memperhatikan nasib para guru honorer agar kesejahteraan mereka akan semakin meningkat.
“Kita tahu kondisi murid-murid sekarang bodoh. Sudah mereka terkungkung, tidak bisa aktualisasi diri,” pungkasnya.(tur)



