Bikin Heboh! Julian Casablancas dkk Selipkan Kritik Geopolitik Tajam di Panggung Coachella 2026

KALTENG.CO-Panggung Coachella 2026 baru saja saksi sejarah. Penampilan unit indie rock legendaris asal New York, The Strokes, tidak hanya memuaskan dahaga para penggemar lewat deretan hit ikonik mereka, tetapi juga memicu perdebatan global yang panas.
Bukan karena aksi panggung Julian Casablancas yang eksentrik, melainkan karena video montage provokatif yang ditayangkan saat lagu penutup, “Oblivius”, berkumandang. Video tersebut menyajikan rangkaian visual isu geopolitik, sejarah kelam, hingga krisis kemanusiaan yang membuat penonton terdiam sekaligus riuh di media sosial.
Kontroversi di Balik Layar Raksasa Coachella
Langkah The Strokes ini membelah opini publik. Sebagian netizen memuji keberanian band yang digawangi Julian Casablancas (vokal), Nick Valensi (gitar), Albert Hammond Jr. (gitar), Nikolai Fraiture (bass), dan Fabrizio Moretti (drum) ini dalam menyuarakan isu sensitif. Namun, sebagian lainnya menyayangkan panggung hiburan sebesar Coachella “dicemari” oleh narasi politik yang berat.
Berikut adalah 5 isu besar yang disorot dalam penampilan kontroversial The Strokes di Coachella 2026:
1. Konspirasi CIA dan Intervensi Politik Global
Video montage tersebut menampilkan wajah tokoh-tokoh dunia seperti Omar Torrijos, Jacobo Árbenz, dan Jaime Roldós. Ketiganya adalah pemimpin yang dalam catatan sejarah disebut-sebut dijatuhkan melalui operasi intelijen. Narasi ini secara langsung menyoroti peran Central Intelligence Agency (CIA) dalam intervensi politik, terutama di wilayah Amerika Latin.
2. Gugatan Sipil Kematian Martin Luther King Jr.
The Strokes menyentuh titik sensitif sejarah domestik Amerika Serikat dengan menampilkan gambar tokoh hak sipil, Martin Luther King Jr. Visual tersebut disertai teks yang merujuk pada hasil gugatan sipil yang menyatakan keterlibatan konspirasi pemerintah dalam pembunuhannya. Ini menjadi kritik tajam terhadap isu keadilan rasial di AS.
3. Ketegangan Geopolitik di Iran
Isu Timur Tengah turut menjadi sorotan. Penampilan video tersebut menyinggung konflik di Iran, mengaitkannya dengan sejarah intervensi asing yang panjang. Hal ini mempertegas posisi The Strokes dalam mengkritik kebijakan luar negeri Barat yang dianggap memperkeruh stabilitas kawasan tersebut.
4. Solidaritas untuk Gaza dan Krisis Kemanusiaan
Bagian yang paling menguras emosi dan memicu perdebatan paling sengit adalah penayangan cuplikan serangan rudal di Gaza. Sebelum layar menjadi gelap total, visual ini muncul sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina sekaligus kritik keras terhadap jatuhnya korban sipil dalam konflik bersenjata yang masih berlangsung.
5. Kritik Terhadap Perang Modern dan Kekuasaan Global
Secara garis besar, The Strokes berusaha menjahit berbagai konflik dari Amerika Latin hingga Timur Tengah menjadi satu narasi besar. Mereka mengkritik pola kebijakan militer dan geopolitik yang dianggap berulang sepanjang sejarah demi kekuasaan global, tanpa memikirkan dampak kemanusiaannya.
Musik sebagai Ruang Ekspresi Politik
Langkah berani The Strokes menunjukkan bahwa panggung musik masa kini bukan lagi sekadar tempat hiburan semata, melainkan ruang ekspresi politik yang semakin terbuka.
Di festival sebesar Coachella yang memiliki jangkauan audiens global lewat live streaming, pesan yang dibawa Julian Casablancas dkk tidak hanya berhenti di telinga penonton di Indio, California, tetapi bergema hingga ke seluruh dunia, memancing diskusi tentang peran seniman dalam isu-isu kemanusiaan.
Apakah ini awal dari tren musisi yang semakin vokal di panggung besar? Hanya waktu yang akan menjawab. (*/tur)



