
KALTENG.CO-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Peringatan ini berlaku mulai Sabtu (25/4/2026) hingga Senin (27/4/2026), dengan intensitas hujan sedang hingga lebat yang disertai risiko bencana hidrometeorologi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat luas.
Potensi Bahaya Hidrometeorologi di Depan Mata
Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari ke depan membawa risiko nyata berupa:
Angin Kencang: Berpotensi merobohkan pohon dan merusak bangunan semi-permanen.
Banjir Bandang: Akibat curah hujan tinggi dalam durasi singkat.
Tanah Longsor: Terutama di wilayah perbukitan dan lereng gunung.
“Menyikapi potensi bahaya ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan proaktif dalam melakukan langkah pencegahan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
26 April: Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB)
Bertepatan dengan momentum peringatan kesadaran bencana, BNPB mengajak setiap keluarga untuk memanfaatkan hari Minggu (26/4/2026) sebagai waktu untuk berlatih. Satu hari ini diharapkan menjadi ajang bagi anggota keluarga untuk menyusun Rencana Kesiapsiagaan Keluarga.
Langkah Praktis yang Bisa Anda Lakukan di Rumah:
Untuk meminimalkan dampak bencana, berikut adalah beberapa langkah evakuasi mandiri dan mitigasi yang disarankan oleh BNPB:
Pemangkasan Pohon: Potong ranting-ranting pohon di sekitar rumah yang terlihat rapuh agar tidak roboh saat diterjang angin kencang.
Gotong Royong Drainase: Membersihkan saluran air dan selokan di lingkungan sekitar untuk mencegah genangan dan banjir.
Latihan Evakuasi: Tentukan jalur keluar tercepat dari rumah dan titik kumpul aman jika terjadi bencana tiba-tiba.
Menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB): Pastikan tas berisi dokumen penting, obat-obatan, pakaian, lampu senter, dan makanan darurat sudah siap sedia.
Update Kondisi Pasca-Bencana: Tapanuli Utara dan Takalar
Hingga saat ini, BNPB terus memantau pemulihan di beberapa titik yang baru saja terdampak bencana hidrometeorologi basah.
1. Tapanuli Utara, Sumatera Utara
Banjir bandang sempat melanda Desa Simangumban Julu, Aek Nabara, dan Dolok Sanggul pada Rabu (22/4). Meski air telah surut dan kondisi berangsur normal, dampak yang ditinggalkan cukup signifikan:
200 KK terdampak.
18 rumah rusak berat.
4 rumah dan 1 jembatan hanyut.
Akses jalan nasional Tarutung-Sipirok yang sempat tertutup longsor kini mulai terbuka berkat pengerahan alat berat dan kerja sama petugas gabungan (BPBD & warga).
2. Takalar, Sulawesi Selatan
Di Kelurahan Sabintang, angin kencang menyebabkan kerusakan pada pemukiman warga pada Jumat (24/4). Tercatat:
11 rumah rusak ringan.
2 rumah rusak sedang. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan warga telah mulai melakukan perbaikan darurat secara mandiri.
Bencana bisa terjadi kapan saja, namun dampaknya bisa kita perkecil dengan kesiapan yang matang. Mari manfaatkan akhir pekan ini untuk memastikan rumah dan keluarga kita berada dalam kondisi aman. Tetap pantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi BNPB Indonesia. (*/tur)




