Box Office Gila! Demon Slayer: Infinity Castle Raup Rp 1,1 Triliun, Pecahkan Rekor Film Anime Global

KALTENG.CO-Film terbaru dari waralaba populer Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle sukses besar di pasar global, melampaui ekspektasi dengan perolehan yang sangat memukau.
Berdasarkan laporan dari Deadline pada Rabu (24/9/2025), film ini berhasil mengumpulkan pendapatan pembukaan senilai lebih dari USD 21 juta atau setara dengan Rp 350 miliar dari penayangan awal.
Pencapaian luar biasa ini diperkirakan membawa total pendapatan pembukaan (opening weekend) hingga USD 70 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun secara keseluruhan.
Angka ini secara resmi menempatkan Demon Slayer: Infinity Castle sebagai pembukaan terbesar keenam sepanjang sejarah untuk film yang rilis di bulan September, dan menjadi yang tertinggi untuk film anime di bawah label Crunchyroll dan Sony dalam dua tahun terakhir.
Antusiasme Meluas: Bukan Sekadar Penggemar Anime
Meskipun pada awalnya ada kekhawatiran bahwa film ini hanya akan menarik basis penggemar anime yang sudah ada, antusiasme penonton ternyata meluas dan menyebar cepat berkat promosi dari mulut ke mulut (word-of-mouth). Hal ini didukung oleh skor kepuasan penonton yang tercatat sangat tinggi, mencapai 98 persen.
Data dari EntTelligence menunjukkan bahwa sekitar 4,5 juta orang telah menonton film ini pada periode awal. Mereka mencatat rata-rata harga tiket untuk penayangan reguler mencapai USD 14,56 (sekitar Rp 240 ribu), sementara untuk format premium (PLF atau Premium Large Format) tiket dibanderol lebih tinggi, rata-rata USD 17,91 (sekitar Rp 300 ribu).
Tren Penonton: Subtitle Unggul dan Penayangan Malam Hari
Keberhasilan film ini juga didukung oleh strategi distribusi yang cerdas dan pemahaman akan preferensi audiens.
- Pembelian Tiket Daring: Data dari Screen Engine/PostTrak menunjukkan bahwa 67 persen penonton telah membeli tiket mereka secara daring (online) sebelum pemutaran, menandakan permintaan yang tinggi dan terencana. Sisanya, 33 persen, melakukan pembelian langsung di bioskop.
- Ekspansi Lokasi: Penjualan tiket mengalami peningkatan signifikan setelah jadwal tayang diperluas ke pasar yang sebelumnya kurang diminati, membuktikan bahwa daya tarik Demon Slayer telah menembus luar area inti penggemar. Sebagai contoh, Regal Irvine di Ocala, Amerika Serikat, menjadi bioskop dengan pendapatan kotor tertinggi, mencapai USD 167 ribu (Rp 2,7 miliar).
- Subtitle vs. Sulih Suara: Dalam persaingan format tayang, EntTelligence melaporkan bahwa 55 persen penonton memilih versi subtitle (teks bahasa Indonesia/Inggris), sedangkan 33 persen menonton versi sulih suara (dubbing).
- Waktu Tayang: Sebagian besar pemutaran (53 persen) diselenggarakan pada malam hari, yaitu setelah pukul 17.00 waktu setempat, menegaskan daya tarik film ini sebagai hiburan utama setelah jam kerja.
Kolaborasi Sony-Crunchyroll Menguat
Demon Slayer: Infinity Castle adalah film keempat dari waralaba ini yang tayang di bioskop Amerika Serikat, dan menjadi yang pertama di bawah label Sony setelah akuisisi Crunchyroll.
Meskipun film ini merupakan judul andalan Crunchyroll, Sony disebut menerima biaya distribusi sebesar 20 persen. Keberhasilan komersial yang masif ini tidak hanya mencerminkan popularitas Demon Slayer, tetapi juga menegaskan kekuatan kolaborasi antara Sony dan Crunchyroll dalam mendominasi dan memperluas industri film animasi Jepang di kancah global.
Capaian Demon Slayer: Infinity Castle menjadi penanda baru bahwa film anime kini bukan lagi tontonan niche, melainkan kekuatan box office yang wajib diperhitungkan di pasar film dunia. (*/tur)




