Bupati Barito Utara Resmi Buka MTQH ke-53, Diikuti 320 Peserta dari 9 Kecamatan

MUARA TEWEH, Kalteng.co – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-53 Tingkat Kabupaten Barito Utara di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sabtu (25/7). Kegiatan yang berlangsung hingga 28 Juli 2026 ini diikuti 320 peserta dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Barito Utara.
Pembukaan MTQH turut dihadiri Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, unsur Forkopimda, tokoh agama, dewan hakim, serta para kafilah yang akan bertanding pada berbagai cabang perlombaan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qari Muhammad Alfa Al Basri, yang menambah suasana khidmat dalam pembukaan ajang syiar Islam tahunan tersebut.
Ketua Panitia, H. Mastur, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQH ke-53 mengacu pada Surat Keputusan Ketua LPTQ Kabupaten Barito Utara Nomor 5/LPTQ-BU/VI/2026. Kegiatan ini bertujuan memuliakan Al-Qur’an dan Hadits, memperkuat syiar Islam, serta membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. Seluruh rangkaian perlombaan dipusatkan di Kota Muara Teweh dengan 10 venue pertandingan.
Sebanyak 320 peserta berasal dari Kecamatan Lahei Barat, Gunung Purei, Teweh Timur, Montallat, Gunung Timang, Teweh Baru, Teweh Selatan, Teweh Tengah, dan Lahei. Mereka akan mengikuti delapan cabang lomba, yaitu Seni Baca Al-Qur’an, Qiraat Al-Qur’an, Hifzh Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, Kaligrafi Al-Qur’an, Makalah Al-Qur’an, dan Musabaqah Al-Hadits.
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa MTQH bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan media dakwah dan syiar Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits. “MTQH memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits,” tegas Shalahuddin.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam membangun keluarga, kehidupan bermasyarakat, serta pembangunan daerah.
Menurutnya, MTQH harus menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat persatuan, dan menjaga keharmonisan masyarakat Barito Utara yang majemuk. “Semoga nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman dalam membangun keluarga yang sakinah, masyarakat yang harmonis, dan Kabupaten Barito Utara yang religius, maju, serta sejahtera,” ujarnya.
Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh keikhlasan, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan kejujuran.
Ia menekankan bahwa tujuan utama MTQH bukanlah meraih kemenangan semata, melainkan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits serta komitmen mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Bupati juga meminta dewan hakim menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan independen agar seluruh proses penilaian berlangsung adil dan transparan. Pembukaan MTQH ke-53 ditandai dengan penyerahan piala bergilir dari Camat Teweh Tengah kepada Bupati Barito Utara, yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua Panitia untuk diperebutkan kembali oleh para kafilah terbaik.
Melalui penyelenggaraan MTQH ke-53 ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah pada ajang MTQH tingkat Provinsi Kalimantan Tengah hingga tingkat nasional.(aza)



