Cara Mengatur Anggaran Belanja Ramadhan agar Tidak Terjebak Impulsif di Promo 2.2 & 3.3

KALTENG.CO-Menjelang bulan suci Ramadhan, ritme kehidupan masyarakat biasanya berubah total. Mulai dari persiapan ibadah yang lebih intens hingga penataan ulang kebutuhan rumah tangga untuk sahur dan berbuka.
Di saat yang sama, tren belanja online seringkali menghadirkan promo “Tanggal Kembar” (seperti 2.2 atau 3.3) yang sangat menggoda.
Jika tidak disikapi dengan bijak, momen diskon besar-besaran ini justru bisa menjadi jebakan konsumtif yang menguras tabungan. Agar ibadah tetap fokus dan dompet tetap aman, berikut adalah panduan belanja cerdas yang bisa Anda terapkan.
1. Dahulukan Daftar Kebutuhan, Bukan Keinginan
Langkah awal yang paling krusial adalah menyusun skala prioritas. Bedakan antara kebutuhan esensial Ramadhan dengan keinginan sesaat yang muncul karena melihat label diskon. Fokuslah pada perlengkapan ibadah, bahan pangan untuk sahur, dan nutrisi untuk berbuka. Memiliki daftar belanja akan menjaga Anda tetap pada jalur yang benar saat menelusuri aplikasi belanja online.
2. Stok Bahan Pokok Lebih Awal (Early Stocking)
Minggu pertama puasa biasanya diwarnai dengan lonjakan harga pangan di pasar. Untuk menyiasatinya, mulailah mengamankan stok bahan dapur seperti beras, minyak goreng, gula, hingga stok protein beku dan kurma sejak jauh hari. Belanja secara bertahap sebelum memasuki bulan puasa membantu pengeluaran terasa lebih ringan dan terkendali.
3. Logika Diskon: Hemat Itu Soal Relevansi
Promo bundling atau potongan harga besar di tanggal kembar memang menarik. Namun, ingatlah prinsip dasar belanja hemat: barang murah yang tidak dibutuhkan tetaplah sebuah pemborosan. Ambil promo hanya untuk barang yang memang masuk dalam daftar kebutuhan Anda. Jangan biarkan angka diskon melumpuhkan logika belanja Anda.
4. Audit Peralatan Rumah Tangga
Ramadhan biasanya membuat aktivitas di dapur meningkat drastis. Sebelum tergiur membeli air fryer atau mixer baru yang sedang tren, lakukan audit pada peralatan yang sudah ada. Jika alat lama masih berfungsi optimal, menunda pembelian adalah langkah penghematan yang sangat cerdas. Belilah alat baru hanya jika ada kebutuhan mendesak yang mendukung efisiensi ibadah dan masak.
5. Investasi pada Busana yang Fungsional
Undangan buka puasa bersama (bukber) seringkali memicu keinginan untuk membeli banyak baju baru. Dibanding membeli banyak pakaian yang hanya dipakai sekali, pilihlah busana yang fleksibel, sopan, dan nyaman digunakan untuk berbagai acara, mulai dari ibadah tarawih hingga acara formal. Kualitas dan kenyamanan jauh lebih penting daripada kuantitas.
6. Tetapkan Batas Anggaran (Budget Ceiling)
Belanja online tanpa batasan anggaran sangat berisiko memicu sifat impulsif. Sebelum membuka aplikasi, tentukan batas maksimal pengeluaran Anda. Komitmen pada angka tersebut akan menjadi “rem” otomatis saat jari Anda mulai gatal ingin memasukkan barang ke keranjang belanja.
7. Pilih Platform yang Menjamin Keamanan dan Keaslian
Keamanan bertransaksi adalah kunci utama belanja online yang sukses. Gunakan platform terpercaya yang memberikan jaminan keaslian produk dan transparansi pengiriman. Misalnya, platform yang memiliki kebijakan retur yang jelas dan jaminan barang sampai tepat waktu. Hal ini penting agar persiapan Ramadhan Anda tidak terganggu oleh masalah teknis seperti barang palsu atau paket yang tak kunjung datang.
Menyambut Ramadhan dengan perencanaan matang akan membuat ibadah Anda jauh lebih bermakna. Belanja online di momen tanggal kembar bisa menjadi solusi praktis dan hemat asalkan dijalankan dengan strategi yang tepat.
Jadikan momen ini sebagai ajang untuk menata prioritas hidup, termasuk dalam mengelola finansial keluarga.
Sudahkah Anda menyusun daftar belanja untuk Ramadhan tahun ini? Jika belum, mulailah mencatat sekarang agar Anda bisa berburu promo tanggal kembar dengan lebih bijak! (*/tur)



