Catatan Kunjungan Kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Dr Stella Christie ke Kabupaten Katingan
Oleh:Jeri SP, Kasongan

Untuk pembangunan sekolah SMA Garuda Baru telah dicanangkan pembangunannya, diluar pulau Jawa. Karena Presiden ingin memberikan akses terhadap daerah di Indonesia. Kemudian juga ada tiga pilar penyeimbang Sekolah Garuda.
Pertama, terkait pilar penyeimbang akses. Pilar ini memastikan setiap anak bangsa, dari latar belakang geografis maupun ekonomi apa pun, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik.

Kedua, Inkubator Pemimpin Bangsa. Dimana sekolah ini dirancang untuk menciptakan pemimpin masa depan. Sehingga dibangun sekolah dengan sistem asrama, siswa-siswi bisa dari Aceh, Papua, Jawa, Kalimantan, dan berbagai provinsi lain di Indonesia bisa bertemu, di satu tempat.
Pendidikan yang diberikan tidak hanya mencakup wawasan global, tetapi juga menanamkan kepekaan lokal. Siswa siswi akan didorong untuk memahami keragaman Indonesia, saling berinteraksi mengenal satu dengan yang lain, termasuk kesulitan dan keberhasilannya. Ketiga, prestasi akademik dan pengabdian masyarakat.
Terkait ini siswa di sekolah Garuda tidak hanya dituntut untuk berprestasi akademik setinggi-tingginya, tetapi juga wajib mengabdi kepada masyarakat sekitar. Pembangunan sekolah Garuda ini harus berada di luar kota besar, seperti misalnya di Katingan. Ini bertujuan agar siswa bisa berkontribusi langsung pada komunitas.
Contoh konkretnya, Prof Stella melihat potensi Katingan dalam isu karbon capture, atau carbon storage. Dia berharap siswa Sekolah Garuda bisa memikirkan persoalan ini bersama masyarakat setempat. Sehingga mereka berkontribusi langsung pada peningkatan ekonomi lokal.
Sekolah Garuda juga memiliki visi dan misi untuk peningkatan perekonomian lokal secara langsung. Jika pembangunan sekolah Garuda terwujud di Katingan, tidak hanya akan memberikan manfaat pendidikan, tetapi juga dampak ekonomi.
Prof Stella menjelaskan, seluruh stafnya akan direkrut dari Katingan. Ini akan membuka lapangan kerja baru, dan perekonomian baru. Kebutuhan hidup di asrama pun diharapkan bisa dipenuhi oleh masyarakat sekitar.
“Bayangkan, akan ada orang tua yang datang dari seluruh Indonesia untuk mengunjungi anaknya. Ini akan membuat Katingan lebih dikenal,” ucap Prof Stella.




