Covid-19 Sudah Melandai, Jamaah Umrah Indonesia Diharapkan Bisa Berangkat

Jamaah Umrah Indonesia Diharapkan Bisa Berangkat

KALTENG.CO – Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah melandai. Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi melakukan pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esham Altsaqafi. Pertemuan membahas agar jamaah umrah Indonesia bisa segera mendapat kesempatan untuk diberangkatkan.

Menurutnya, penanganan Covid-19 di Indonesia terus membaik. Jamaah umrah Indonesia juga siap untuk mengikuti protokol kesehatan yang di tetapkan Pemerintah Arab Saudi.

“Kami berharap pemerintah Arab Saudi segera mencabut suspen dan memberi kesempatan kepada jemaah umrah Indonesia untuk bisa berangkat ke Tanah Suci,” ungkapnya dalam keterangannya, Jumat (24/09/2021).

Baca Juga:  Bupati Mura Perdie M Yoseph Kunker ke Kalbar, Ini Agendanya

Ia menyampaikan, ada lima negara pengirim jamaah umrah terbanyak, yaitu Pakistan, Indonesia, India, Turki, dan Mesir, yang belum bisa mengirimkan jamaah umrahnya.

Untuk itu, sebagai salah satu negara pengirim jamaah umrah terbesar, Indonesia di harapkan di izinkan untuk melakukan perjalanan internasional ke Arab Saudi.

“Kami berharap jemaah umrah Indonesia di prioritaskan untuk bisa segera di berangkatkan,” lanjutnya. Adapun, Dubes Arab Saudi Esham Altsaqafi menegaskan bahwa Saudi tidak pernah melarang umat Islam Indonesia untuk melaksanakan umrah.

Menurutnya, pengaturan di lakukan semata dalam rangka mengatasi pandemi, di tambah hubungan Arab Saudi dan Indonesia juga sangat baik.
Esham pun mengaku baru saja melaporkan kepada otoritas Arab Saudi bahwa kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai melandai.

Baca Juga:  Jakarta Tuan Rumah Formula E 2022, Berdasarkan Keputusan FIA World Motor Sport Council

Informasi ini dia sampaikan agar menjadi pertimbangan bagi pemerintah Arab Saudi, “Meski penyelenggaraan umrah sudah di buka sejak Muharam 1443H untuk beberapa negara, namun peminatnya masih sepi, hanya sekitar 1000 – 1500 orang.

Dia mengatakan hal ini di sebabkan prosedur penyelenggaraan umrah yang sangat ketat, demi mencegah penyebaran pandemi,” tutupnya.(tur)