
Risiko Menjadi PPPK
Meskipun menawarkan fleksibilitas, menjadi PPPK juga memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan:
- Ketidakstabilan: Masa kerja PPPK tidak seumur hidup seperti CPNS. Ada kemungkinan kontrak tidak diperpanjang.
- Tunjangan dan Fasilitas: Tunjangan dan fasilitas yang diterima PPPK mungkin tidak selengkap CPNS.
- Status Sosial: Beberapa masyarakat masih memandang CPNS lebih bergengsi dibandingkan PPPK.
Risiko Menjadi CPNS
- Persaingan Ketat: Seleksi CPNS sangat kompetitif, sehingga peluang untuk lolos sangat kecil.
- Beban Kerja: CPNS seringkali memiliki beban kerja yang tinggi dan tanggung jawab yang besar.
- Prosedur Birokrasi: Proses birokrasi dalam instansi pemerintah dapat cukup rumit.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
- Minat dan Bakat: Pilih formasi yang sesuai dengan minat dan keahlian Anda.
- Stabilitas: Jika menginginkan pekerjaan yang stabil dan pensiun yang pasti, CPNS adalah pilihan yang tepat.
- Fleksibilitas: Jika menginginkan fleksibilitas dan tidak ingin terikat dengan aturan yang ketat, PPPK bisa menjadi alternatif.
- Kondisi Keuangan: Pertimbangkan gaji dan tunjangan yang ditawarkan oleh masing-masing formasi.
Pilihan antara menjadi CPNS atau PPPK tergantung pada preferensi dan kebutuhan individu. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum memutuskan, lakukanlah riset yang mendalam dan pertimbangkan semua faktor yang relevan. (*/tur)



