BeritaNASIONALPalangka RayaPENDIDIKANPeristiwaPOLITIKAUtama

Debat Terbuka TWK Tanpa Dihadiri Ketua KPK

Debat Terbuka Untuk Membuktikan Suatu Kebenaran

Sebelumnya, Giri menyatakan kesediaannya untuk melakukan debat terbuka terkait polemik TWK dengan Firli Bahuri. Permintaan debat terbuka itu mulanya ramai dalam perbincangan media sosial.

“Dengan senang hati. Syaratnya kalau kalah, mundur dan meletakkan jabatan. Bisa gitu gak?,” cuit Giri dalam akun media sosial Twitter pribadinya.

“Bukan saya yang menginginkan, tetapi ada keinginan netizen ada perdebatan. Kalau di minta saya bersedia,” imbuh Giri, Minggu (30/5/2021).

Giri yang sudah bekerja di KPK selama 16 tahun ini menyesalkan diri nya di nyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Dia menyatakan, debat terbuka wawasan kebangsaan dengan Firli Bahuri ini di lakukan untuk membuktikan suatu kebenaran.

“Saya Lolos Tes tersebut”

“Semua hal untuk kebaikan dan kebenaran akan kita lakukan,” tegas Giri. Lulusan dari Institute to Social Studies-Erasmus University of Rotterdam mengakui pernah mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK) saat seleksi calon pimpinan (capim) KPK pada 2014, dia lulus dan masuk 19 besar. Serta pada seleksi capim KPK 2019, Giri pun lulus dan masuk 40 besar.

“Saya lolos tes tersebut. Bahkan saya satu kelompok dalam proses diskusi dengan Ketua KPK (Firli Bahuri),” papar Giri.

Giri berujar, debat terbuka bisa di lakukan untuk membuktikan TWK yang di lakukan kepada para pegawai KPK merupakan upaya penyingkiran pegawai atau tidak.

Hal ini perlu di buktikan, sehingga publik mengetahui secara terbuka informasi TWK yang merupakan bagian dari syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Debat terbuka ini salah satu membuktikan tes wawasan kebangsaan ini kedok penyingkiran pegawai atau tidak,” ucap Giri menandaskan.(tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co
Laman sebelumnya 1 2 3

Related Articles

Back to top button