Dinas Perkebunan Kalteng Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025, Harga Sawit Stabil hingga Penguatan Perkebunan Rakyat
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sepanjang tahun 2025, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat berbagai capaian strategis dalam memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Mulai dari stabilisasi harga kelapa sawit, pengawasan mutu benih, pendataan perkebunan rakyat, hingga inovasi ketenagakerjaan, seluruh program di arahkan untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mendorong tata kelola perkebunan yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Rizki Ramadhana Badjuri, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting dalam konsolidasi kebijakan perkebunan berbasis data, perlindungan petani, dan keberlanjutan lingkungan.
Stabilisasi Harga TBS Sawit, Lindungi Pekebun
Salah satu program yang paling di rasakan dampaknya oleh masyarakat adalah penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit secara berkala. Sepanjang 2025, Disbun Kalteng secara konsisten menggelar rapat penetapan harga TBS untuk setiap periode, dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait, termasuk perwakilan perusahaan dan pekebun.
Melalui mekanisme ini, harga TBS di tetapkan secara transparan berdasarkan indeks K dan harga pasar, sehingga memberikan kepastian pendapatan bagi petani sawit rakyat. Bahkan, pada beberapa periode di tahun 2025, harga TBS Kalimantan Tengah tercatat berada di posisi tertinggi di regional Kalimantan.
Kebijakan ini di nilai mampu menekan fluktuasi harga sekaligus meningkatkan daya tawar pekebun sawit, terutama di tengah dinamika pasar global.
Pengawasan Ketat dan Sertifikasi Benih Unggul
Selain menjaga stabilitas harga, Disbun Kalteng juga fokus pada jaminan mutu benih perkebunan, khususnya kelapa sawit. Melalui UPT Balai Perlindungan Perkebunan dan Pengawasan Benih (BP3B), di lakukan evaluasi kelayakan kebun sumber benih milik perusahaan swasta serta pengawasan peredaran benih di lapangan.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa benih yang di gunakan pekebun memenuhi standar kualitas, legalitas, dan produktivitas. Sepanjang 2025, pengawasan dan sertifikasi benih di perketat di sejumlah kabupaten sebagai upaya mencegah peredaran benih ilegal yang berpotensi merugikan petani dalam jangka panjang.
Pendataan Sawit Rakyat Berbasis Tata Kelola
Dalam rangka memperkuat tata kelola perkebunan rakyat, Disbun Kalteng juga menggenjot pendataan perkebunan sawit rakyat. Program ini di laksanakan melalui bimbingan teknis (bimtek) bagi tim pendata di kabupaten dan kota, guna menghasilkan basis data yang akurat dan terintegrasi.
Pendataan ini di nilai krusial sebagai dasar perumusan kebijakan, termasuk program peremajaan sawit rakyat (PSR), kemitraan plasma, serta akses pekebun terhadap pembiayaan dan bantuan pemerintah.
Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lewat Inovasi Digital
Tidak hanya fokus pada aspek produksi, Disbun Kalteng juga menghadirkan inovasi di bidang ketenagakerjaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dengan mendorong penggunaan aplikasi ketenagakerjaan sektor perkebunan, yang berfungsi sebagai penghubung antara pencari kerja dan pelaku usaha perkebunan.
Inisiatif ini menjadi langkah adaptif dalam menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Evaluasi Program Plasma, Pastikan Manfaat untuk Masyarakat
Sepanjang 2025, Disbun Kalteng juga aktif melakukan sinkronisasi dan evaluasi realisasi program plasma. Program ini bertujuan memastikan kewajiban perusahaan terhadap masyarakat sekitar benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat nyata bagi pekebun plasma.
Melalui evaluasi tersebut, pemerintah daerah dapat memetakan ulang realisasi plasma serta menyusun langkah perbaikan agar kemitraan antara perusahaan dan masyarakat berjalan lebih adil dan berkelanjutan.
Komitmen Bangun Perkebunan Berkelanjutan
Secara keseluruhan, kinerja Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2025 menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sektor perkebunan yang produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Sinergi antara kebijakan harga, pengawasan mutu, pendataan, hingga inovasi SDM menjadi fondasi penting dalam memperkuat peran perkebunan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Ke depan, Disbun Kalteng menegaskan akan terus meningkatkan kualitas layanan dan program strategis agar sektor perkebunan Kalimantan Tengah semakin berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (pra)
EDITOR: EKO




