Diserbu Pembeli di Lippo Plaza Palangka Raya, Ci Mehong Terharu dengan Solidaritas Warga Kalteng

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Di tengah perselisihan yang menjadi perhatian publik, konten kreator kuliner sekaligus pengusaha kue bingka dan bika ambon, Tjie Nofia Handayani atau yang lebih dikenal sebagai Ci Mehong, memilih untuk tidak memperpanjang polemik dengan konten kreator kuliner Zheze Galuh.
Alih-alih larut dalam konflik, Ci Mehong mengaku lebih memilih fokus menjalankan usaha dan melayani pelanggan yang terus berdatangan. Sikap tenang yang ditunjukkannya justru berbuah positif.
Di tengah ramainya perbincangan publik terkait perselisihan tersebut, produk kue yang dipasarkannya semakin dikenal dan diminati masyarakat, khususnya di Kota Palangka Raya. Antusiasme warga yang datang membeli dan memberikan dukungan secara langsung menjadi penyemangat tersendiri bagi dirinya.

Ditemui di sela aktivitas penjualan kue bingka di Lippo Plaza Palangka Raya, Kamis (18/6/2026), Ci Mehong menegaskan dirinya tidak ingin berlarut-larut dalam persoalan yang telah terjadi. Ia memilih menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan dan meyakini kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.
”Apa yang sudah terjadi, biarlah. Cukup Tuhan saja yang membalasnya,” ujar Ci Mehong.
Menurutnya, energi dan waktu yang dimiliki lebih baik digunakan untuk bekerja, berkarya, dan memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan dibandingkan harus terus menanggapi persoalan yang sama.
Meski demikian, Ci Mehong berharap pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut dapat melakukan introspeksi diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu kenyamanan maupun ketenangan orang lain.
Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan dampak, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga keluarga yang ada di sekitarnya. “Saya hanya berharap semua bisa sadar dan belajar dari apa yang sudah terjadi. Jangan sampai melakukan hal-hal yang merugikan atau mengganggu orang lain,” katanya.
Di balik polemik yang terjadi, Ci Mehong mengaku terharu dengan gelombang dukungan yang datang dari masyarakat Kalimantan Tengah. Dukungan tersebut, menurutnya, tidak hanya hadir melalui media sosial, tetapi juga diwujudkan secara nyata dengan kedatangan masyarakat ke lokasi penjualan untuk membeli produk dan memberikan semangat secara langsung.
Ia menilai, sikap masyarakat Kalimantan Tengah mencerminkan keramahan, kepedulian, dan rasa solidaritas yang tinggi. Pengalaman tersebut semakin menguatkan kesannya terhadap karakter masyarakat Bumi Tambun Bungai yang dikenal menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
“Untuk masyarakat Kalimantan Tengah, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Dukungan yang diberikan sungguh luar biasa dan sangat berarti bagi saya. Saya merasakan sendiri bagaimana ramah dan baiknya masyarakat di sini,” tuturnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dewan Adat Dayak (DAD) dan berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian, dukungan, serta pendampingan moral selama dirinya berada di Kalimantan Tengah.
Menurut Ci Mehong, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kalimantan Tengah memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan, keadilan, dan saling menghormati antar sesama.
Menutup pernyataannya, Ci Mehong berharap persoalan yang terjadi dapat segera berakhir dan tidak lagi menjadi sumber perpecahan. Ia memilih menatap ke depan, fokus mengembangkan usaha, serta terus memberikan produk terbaik bagi masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya.
“Saya ingin fokus bekerja dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Semoga semuanya bisa kembali baik, damai, dan masing-masing dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini,” pungkasnya. (pra)
EDITOR: MATURIDI



