BeritaDPRD KOTA PALANGKA RAYA

DPRD Palangka Raya: MPLS Harus Jadi Sarana Pembentukan Karakter, Bukan Sekadar Perkenalan Sekolah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diharapkan tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menjadi momentum membangun karakter serta membekali siswa menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, mendorong seluruh satuan pendidikan memanfaatkan MPLS sebagai media edukasi yang komprehensif. Menurutnya, materi mengenai bahaya perundungan (bullying), penyalahgunaan narkotika, serta penggunaan media sosial secara bijak perlu menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

“Tentang bahaya bullying, narkotika, obat-obatan terlarang, dan penggunaan media sosial harus menjadi perhatian dalam MPLS. Edukasi sejak dini sangat penting agar siswa memiliki pemahaman yang baik dan mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif,” ujarnya, Rabu (8/7).

Sigit menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya berasal dari lingkungan pergaulan secara langsung, tetapi juga dari ruang digital yang semakin sulit dikendalikan. Oleh karena itu, pembekalan sejak hari pertama masuk sekolah menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran dan ketahanan diri para peserta didik.

Ia menjelaskan masa transisi menuju jenjang pendidikan yang baru sering menjadi fase adaptasi yang cukup berat bagi sebagian siswa. Tanpa pendampingan yang baik, kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai persoalan, mulai dari perundungan, tekanan psikologis, hingga perilaku menyimpang akibat pengaruh lingkungan.

Karena itu, menurutnya, pembentukan karakter harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MPLS. Selain menanamkan kedisiplinan, sekolah juga diharapkan membangun nilai empati, saling menghargai, dan kepedulian antarsesama.

“Bullying dalam bentuk apa pun tidak boleh ditoleransi. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa rasa takut atau tekanan dari siapa pun,” tegasnya.

Selain itu, Sigit juga menekankan pentingnya literasi digital bagi para pelajar. Ia mengingatkan bahwa penggunaan media sosial tanpa pemahaman yang memadai dapat memicu berbagai persoalan, seperti penyebaran hoaks, perundungan siber, hingga paparan konten negatif yang memengaruhi perilaku remaja.

Untuk itu, ia mendorong sekolah melibatkan guru, konselor, serta pihak terkait dalam memberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial, keamanan digital, dan pemanfaatan teknologi secara positif untuk mendukung proses belajar.

Menurut Sigit, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak, khususnya penggunaan gawai dan media sosial di luar jam pelajaran. Ia menilai sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

“MPLS harus menjadi awal yang baik bagi siswa untuk memahami nilai-nilai disiplin, saling menghormati, menjauhi narkoba, serta bijak menggunakan media sosial. Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, kita dapat menciptakan generasi muda yang berkarakter, sehat, dan berprestasi,” pungkasnya.(aza)

Related Articles

Back to top button