Dr Thea Farina Embang Maju Pilrek UPR

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kontestasi pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030 semakin ramai. Salah satu figur yang turut maju dalam bursa calon rektor adalah Dr. Thea Farina Embang.
Akademisi muda tersebut membawa semangat kampus inklusif, sekaligus ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga mampu tampil sebagai pemimpin di dunia pendidikan tinggi.
Dalam tahapan pemilihan, Dr. Thea menjelaskan, proses seleksi akan berlangsung dalam beberapa tahap sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia dan pemerintah. “Sampai tanggal 9 dan 10 nanti akan dilakukan tahapan pemilihan tahap pertama. Selanjutnya untuk tahap kedua akan menyesuaikan jadwal dari pemerintah,” ujarnya kepada awak media usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Keputusan Dr. Thea maju dalam pemilihan rektor disebut bukan tanpa alasan. Ia menilai UPR memiliki potensi besar untuk berkembang lebih maju dan kompetitif. Selain itu, dirinya ingin menghadirkan semangat baru bahwa generasi muda dan penyandang disabilitas juga mampu mengambil peran strategis dalam kepemimpinan perguruan tinggi.
“UPR ini kampus yang besar dan memiliki potensi luas. Saya ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas seperti saya, maupun orang muda seperti saya, juga mampu maju dan memimpin,” katanya. Menurutnya, UPR masih memiliki ruang besar untuk memperkuat pengembangan kajian akademik dan identitas keilmuan kampus. Penguatan nilai-nilai akademik dan pengembangan kualitas institusi dinilai menjadi bagian penting untuk mendorong kemajuan universitas ke depan.
Dalam pencalonannya, ia mengusung visi “kampus berdampak”. Visi tersebut diarahkan agar keberadaan UPR tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. “Visi utamanya adalah kampus berdampak. Untuk visi dan misi lengkapnya nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun perguruan tinggi yang lebih maju. Menurutnya, sinergi antara kampus, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan UPR.
“Yang pasti kita harus membangun kolaborasi, baik dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun seluruh stakeholder yang mendukung kemajuan Universitas Palangka Raya,” tandasnya. (oiq)



