BeritaMETROPOLIS

Drone Center, Terobosan BNF Perangi Kebakaran di Lahan Gambut

PALANGKA RAYA,kalteng.co Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman nyata di Kalimantan Tengah (Kalteng). Semua elemen terus mencari cara untuk melakukan pencegahan. Termasuk Baorneo Nature Foundation (BNF). Bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laborarorium Lahan Gambut (LLG) CIMPTROP Universitas Palangka Raya, dan Liverpool John Moores University meluncurkan drone center.

Peluncuran itu dilakukan Jumat (29/1) lalu di Hotel Luwansa. Dihadiri berbagai pihak yang berkeentingan, mulai dari Pemprov Kalteng, TNI, dan Polri, untuk melihat langsung teori dan praktik di lapangan.

Wakil Direktur I BNF Yunsiska mengatakan, penerapan drone center ini untuk memitigasi bencana. Terutama karhutla yang mengancam eksistensi lahan gambut. Upaya untuk fokus terhadap penanggulangan karhutla menjadi hal yang krusial. Dengan karakteristiknya, kebakaran di lahan gambut merupakan bencana yang memerlukan penanganan khusus dan simultan. Sebab, api menyebar luas dengan sangat cepat di permukaan dan sangat sulit untuk dideteksi karena api juga

merambat di bawah permukaan gambut (ground fire). Seperti diungkapkan Prof. Dr. Bambang Hero Saharjo selaku Guru Besar Perlindungan HutanInstitut Pertanian Bogor, mitigasi kebakaran gambut sangat sulit dikendalikan karena sulit untuk diketahui di mana keberadaan kepala api. Pemadaman kebakaran melalui helikopter, TMC, dan BE-200 menjadi kurang berguna.

Dibutuhkanlah metode atau cara untuk memantau hingga kemungkinan terkecil kemunculan api pada lahan gambut tersebut di permukaan maupun di bawah permukaan secara terus menerus (real time), yaitu melakukan patroli udara menggunakan drone. Perangkat teknologi yang saat ini berkembang pesat untuk pengambilan data lapangan terkait dengan mitigasi kebakaran gambut  adalah penggunaan perangkat pesawat tanpa awak (Drone/UAV) thermal.

“Drone thermal digunakan untuk melakukan patroli udara pada wilayah-wilayah yang diduga berdasarkan analisis spasial dan kejadian kebakaran sebelumnya termasuk daerah rawan kebakaran,”katanya dalam rilis yang diterima Kalteng.co usai  Workshop bertemakan “Pemanfaatan Teknologi Drone dan Pengaplikasian Drone Centre dalam Upaya Mitigasi dan Monitoring Kebakaran Gambut di Kalteng.”

Hasil workshop itu, lanjutnya, diharapkan adanya kesamaan persepsi di antara para pihak dalam pelaksanaan pemanfaatan teknologi drone dan pengimplementasian drone centre dalam upaya mitigasi dan monitoring kebakaran gambut. Masukan dan ide yang membangun untuk pengembangan tekhnologi drone dan pengaplikasian drone centre dalam upaya mitigasi dan monitoring kebakaran gambut, dan memperkuat jaringan antara prapihak dalam melakukan upaya mitigasi dan monitoring kebakaran gambut di wilayah Kalteng.(ram/b2)

Related Articles

Back to top button