Edukasi Konservasi di BKSDA Kalteng, Mahasiswa UPR Tunjukkan Antusiasme Tinggi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sebanyak 25 mahasiswa mengikuti kegiatan praktikum di Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah pada Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini didampingi dosen pengampu mata kuliah, Fandi K.P.A., dan berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BKSDA Kalteng, Andi M. Kadhafi, yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai bagian dari ekosistem yang tersisa. Ia menjelaskan, fungsi hutan terbagi menjadi beberapa kategori, yakni hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi, serta kawasan penggunaan lainnya.
“Kawasan hutan konservasi memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan, sehingga harus terus dijaga keberadaannya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Andi juga berharap Program Studi Agribisnis dapat terus bersinergi dengan BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah guna mendukung pembangunan ekonomi yang tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Materi utama mengenai penyelenggaraan konservasi sumber daya alam disampaikan oleh narasumber Ely Triana. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan konservasi berpedoman pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 dengan prinsip utama keberlanjutan (sustainability).
Dalam paparannya, Ely mengungkapkan bahwa upaya konservasi saat ini menghadapi berbagai tantangan, di antaranya pertumbuhan penduduk yang terus meningkat serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
Ia juga memaparkan bahwa BKSDA Kalimantan Tengah memiliki tugas utama dalam pengelolaan kawasan konservasi, seperti cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam, dan taman buru. Selain itu, BKSDA juga berperan dalam pelestarian keanekaragaman hayati serta pembinaan pengelolaan taman hutan raya.
Lebih lanjut dijelaskan, kawasan konservasi memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai destinasi wisata alam seperti ekowisata, trekking, dan pengamatan burung (birdwatching), menjaga siklus hidrologi, menyerap karbon untuk mitigasi perubahan iklim, serta menjadi habitat bagi flora dan fauna. Kawasan ini juga memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan, seperti panas bumi.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Interaksi dua arah ini membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup. Bahkan, beberapa mahasiswa mampu menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber dan mendapatkan apresiasi berupa hadiah.
Sebagai penutup kegiatan, perwakilan mahasiswa menyerahkan plakat kepada narasumber sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas ilmu yang telah diberikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya konservasi sumber daya alam serta peran BKSDA dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk lebih mencintai lingkungan. (bam)



