BeritaPANDEMIUtama

Gubernur: Vaksinasi Harus Tuntas 10 Hari

Angka Kematian Cenderung Meningkat

Kebijakan tersebut, lanjut gubernur, setelah melihat penularan Covid-19 pada kabupaten/kota di Kalteng belum menunjukkan penurunan, khususnya di Kota Palangka Raya dan beberapa kabupaten lainnya. Walau terjadi penurunan selama penerapan PPKM mikro, tetapi masih di ragukan. Karena itu menjadi perhatian dan kerja sama semua pihak untuk upaya pencegahan.

“Angka kematian se-kalteng juga cenderung meningkat, Maret kemarin 2,5 persen, lalu April 2,6 persen, kemudian masuk Mei naik 2,7 persen,” bebernya.

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang di lanjutkan kepada bupati dan wali kota se-Kalteng, ada beberapa poin penting yang menjadi perhatian serius, karena angka persebaran Covid-19 sangat rawan di Kalteng. Jumlah kasus positif Covid-19 terus bertambah. Begitu pun dengan angka kematian karena Covid-19.

“Palangka Raya, Kotim, Kobar, Kapuas, dan beberapa kabupaten lain selalu meningkat angka kematian tiap hari. Untuk mengendalikannya, maka jalur transportasi udara dan laut masih harus menerapkan persyaratan pemeriksaan PCR, sedangkan untuk jalur darat menggunakan rapid tes antigen,” tambahnya.

Pemprov juga menyediakan 100  ribu lebih antigen yang nantinya di bagikan ke kabupaten/kota, sehingga dapat di lakukan pemeriksaan antigen secara masif dan massal. Jika di temukan warga yang positif, maka di arahkan untuk menjalankan karantina di rumah sakit.

“Bagi warga Kalteng yang melakukan mudik kemarin, selain wajib melakukan swab PCR, juga wajib menjalankan karantina selama lima hari. Sementara untuk warga asing di lakukan karantina selama 14 hari,” ungkap orang nomor satu di Kalteng ini.

Bagi masyarakat yang melanggar prokes, tidak di berlakukan lagi sanksi sosial, tetapi wajib menjalankan hukuman kurungan badan selama tiga hari.

Sinergisme semua pihak sangat di perlukan untuk menangani Covid-19 di wilayah Kalteng. Apalagi Kalteng masuk dalam zona yang sangat mengkhawatirkan. Berada di urutan ke-15 dari 34 provinsi se-Indonesia. Dari segi ekonomi pun menurun, yaitu minus 3,2 persen.

Sejak di temukan varian baru virus ini, maka sudah seharusnya masyarakat secara masif melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan prokes secara ketat.

“Kami akan merealisasikan itu melalui SE yang akan di keluarkan nanti untuk di ketahui bersama,” tutur gubernur.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button