BeritaHukum Dan KriminalKasonganNASIONAL

Tragedi Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur, Total 3 Polisi Tewas

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Upaya pencarian intensif terhadap personel Sat Resnarkoba Polres Katingan yang hilang saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika akhirnya berujung duka mendalam. Aiptu Sumaryanto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai setempat, menyusul dua rekannya yang telah lebih dulu dinyatakan gugur.

Kepastian ini mengakhiri teka-teki keberadaan sang bhayangkara pasca-insiden penggerebekan bandar narkoba yang berujung perlawanan brutal oleh massa bersenjata pada awal Juli lalu.

Mabes Polri melalui Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan kabar duka tersebut.

“Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto,” konfirmasi Brigjen Eko Hadi Santoso melalui keterangan tertulisnya, Minggu (5/7/2026).

Kronologi Penemuan Jasad Aiptu Sumaryanto di Sungai Tumbang Kalemei

Pencarian hari terakhir ini melibatkan tim SAR gabungan berskala besar, yang terdiri dari personel Polda Kalteng, Kodim 1019/Ktg, Basarnas, serta dibantu oleh warga lokal. Sejak pukul 06.00 WIB, tim sudah membagi area operasi ke beberapa titik krusial di sekitar lokasi kejadian.

Penyisiran dilakukan secara masif melalui jalur perairan dan darat:

  • Jalur Sungai: Petugas mengerahkan tiga unit perahu karet dan delapan unit kapal ces (perahu motor tradisional) untuk membelah arus sungai.

  • Jalur Darat: Tim menyisir kawasan hutan lebat di pinggiran sungai hingga memperluas radius pemantauan sampai ke area pasar Desa Samba.

Tepat pada pukul 09.30 WIB, jasad korban akhirnya terlihat mengapung di aliran Sungai Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah. Tim evakuasi langsung bergerak cepat membawa jenazah Aiptu Sumaryanto menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Palangka Raya untuk penanganan medis dan autopsi.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, total ada tiga personel kepolisian yang gugur dalam operasi maut ini.

“Kegiatan penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei terdapat korban jiwa dari instansi kepolisian, personel Sat Narkoba Polres Katingan yang meninggal dunia sebanyak 3 orang,” tambah Eko.

Kronologi Tragedi: Diserang Parang hingga Dikepung Massa Bersenjata Api Rakitan

Tragedi berdarah ini bermula pada Rabu (1/7/2026) dini hari, ketika tim Sat Resnarkoba Polres Katingan bergerak melakukan operasi penangkapan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei.

Dalam operasi tersebut, Polres Katingan sebenarnya sudah menerjunkan kekuatan penuh berkekuatan 12 personel yang dibagi menjadi dua tim:

  1. Tim Penindak: Bertugas merangsek masuk ke dalam rumah target utama.

  2. Tim Pengaman: Bersiaga di luar rumah untuk mengantisipasi pergerakan lingkungan sekitar.

Awalnya, target utama berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Namun, situasi mendadak berubah mencekam ketika sejumlah orang di dalam rumah melakukan provokasi yang memicu kemarahan warga sekitar. Dalam waktu singkat, petugas dikepung oleh massa yang membawa senjata tajam jenis parang.

Situasi kian tidak terkendali saat jumlah massa terus bertambah dan mulai bertindak brutal. Berdasarkan laporan resmi, massa tidak hanya menggunakan parang, melainkan juga mulai melepaskan tembakan menggunakan senjata api rakitan ke arah petugas.

Pilihan Sulit di Tengah Kepungan: Melompat ke Sungai demi Selamatkan Diri

Kalah jumlah dan menghadapi berondongan peluru rakitan, situasi di lapangan berubah menjadi ancaman nyawa yang nyata. Demi menyelamatkan diri dan mencari perlindungan, beberapa personel terpaksa mengambil keputusan darurat yang sangat berisiko.

Mereka nekat melompat ke dalam sungai yang berarus deras, berenang menyeberang, dan bersembunyi di dalam hutan yang pekat sembari menunggu datangnya bala bantuan.

Sayangnya, tidak semua personel berhasil lolos dari maut:

  • Aipda Yudhie dilaporkan gugur di lokasi kejadian akibat serangan brutal massa.

  • Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang tenggelam di sungai saat mencoba menyelamatkan diri.

Jasad Bripda Nopandri berhasil dievakuasi lebih awal oleh tim gabungan. Kini, dengan ditemukannya jasad Aiptu Sumaryanto, seluruh personel yang sempat dinyatakan hilang telah berhasil dievakuasi, sekaligus menandai akhir dari operasi pencarian di Katingan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button