BeritaNASIONAL

Gunakan Aplikasi Reviu MBG, Guru hingga Pengurus Ponpes Bisa Ikut Menilai Gizi Makanan yang Disediakan SPPG

KALTENG.CO-Badan Gizi Nasional (BGN) terus berinovasi demi memastikan program unggulan pemerintah berjalan dengan optimal dan tepat sasaran.

Langkah terbaru yang diambil adalah memberlakukan sistem penilaian atau Key Performance Indicator (KPI) bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.

Gambar Kiri Gambar Kanan

Uniknya, indikator penilaian ini tidak diambil dari laporan internal, melainkan langsung dari raport yang diberikan oleh para penerima manfaat melalui aplikasi teranyar bernama Reviu MBG (Makan Bergizi Gratis). Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas hidangan sekaligus transparansi program di lapangan.

Aplikasi Reviu MBG: Alat Pengawasan Real-Time di Lapangan

Peluncuran aplikasi Reviu MBG menjadi strategi krusial BGN dalam memperkuat sistem pengawasan kualitas Program MBG secara langsung dan real-time. Kehadiran platform digital ini bertujuan untuk memicu kedisiplinan, meningkatkan kesadaran (awareness), serta menjaga kualitas pelayanan dari seluruh pelaksana SPPG, pengawas gizi, hingga mitra penyedia makanan di berbagai daerah.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa hasil dari penilaian digital ini nantinya akan diakumulasikan menjadi indikator evaluasi atau KPI bagi masing-masing SPPG.

“Dengan adanya penilaian ini, kami berharap awareness seluruh pelaksana semakin meningkat sehingga kejadian-kejadian menonjol terkait konsumsi MBG tidak terulang kembali,” ujar Sony dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (28/5/2026).

Siapa yang Menilai? Mengenal Peran PIC di Lapangan

Untuk memastikan objektivitas dan keakuratan data, BGN tidak melepaskan pengisian aplikasi ini kepada sembarang orang. BGN telah menunjuk para Person In Charge (PIC) khusus di setiap titik penerima manfaat.

Para PIC yang bertugas mengisi aplikasi Reviu MBG setiap hari meliputi:

  • Guru-guru di sekolah.

  • Kepala Posyandu di lingkungan masyarakat.

  • Pengurus Pondok Pesantren yang menerima distribusi MBG.

4 Parameter Utama Penilaian Makan Bergizi Gratis

Sistem penilaian dilakukan secara instan begitu makanan tiba di lokasi. Hal ini dilakukan agar evaluasi berjalan lebih cepat, segar, dan objektif.

Ada empat parameter utama yang wajib dinilai oleh para PIC melalui aplikasi Reviu MBG:

Parameter PenilaianDeskripsi Fokus
Ketepatan WaktuMengukur apakah makanan datang sesuai jadwal atau terlambat.
Aroma MakananMemastikan aroma makanan segar dan wajar (tidak basi/aneh).
Rasa MakananMenilai kelayakan rasa hidangan yang disajikan kepada anak-anak.
Variasi MenuMemantau keragaman kombinasi menu makanan dibanding hari sebelumnya.

“Ketika makanan datang, langsung dinilai apakah datang tepat waktu atau tidak, aromanya wajar atau tidak, rasanya baik atau tidak, dan apakah menunya variatif dibanding hari sebelumnya,” tandas Sony.

Fokus Bangun Budaya Evaluasi, Belum Ada Sanksi

Meskipun hasil reviu ini menjadi basis KPI, Sony menegaskan bahwa pada tahap awal implementasi, aplikasi Reviu MBG belum digunakan sebagai dasar pemberian sanksi kepada SPPG yang performanya kurang memuaskan.

Saat ini, fokus utama Badan Gizi Nasional adalah membangun budaya evaluasi mandiri dan meningkatkan kualitas pelayanan secara bertahap. BGN juga menegaskan bahwa aplikasi ini murni penilaian internal dari konsumen langsung, sehingga belum melibatkan lembaga eksternal seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Belum ada sanksi. Saat ini fokusnya awareness dulu. Kalau awareness sudah meningkat, diharapkan tidak perlu sampai ada sanksi,” tambahnya.

Transparansi Publik: Dashboard Pantau MBG Siap Rilis

Sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat luas, BGN tengah menggodok sebuah dashboard pemantauan digital. Menariknya, platform ini nantinya dapat diakses oleh publik secara bebas.

Melalui dashboard tersebut, masyarakat bisa melihat langsung performa distribusi makanan di berbagai wilayah Indonesia secara transparan, mulai dari persentase keterlambatan pengiriman hingga kualitas aroma makanan.

“Insya Allah dua minggu ke depan masyarakat sudah bisa melihat prosentase keterlambatan, prosentase aroma baik atau tidak baik melalui dashboard,” pungkas Sony.

Dengan kombinasi teknologi aplikasi Reviu MBG dan pengawasan publik, Badan Gizi Nasional optimis program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih higienis, tepat waktu, dan memenuhi standar gizi nasional yang diharapkan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button