
Kapolsek Mengaku Malah Tidak Ada Laporan Terkait Kejadian Itu
Satu seorang duda, tetangganya sendiri di depan rumah korban. Lalu satunya lagi di sebutkan, seseorang yang juga masih satu RT. Dari pengakuan itu, kakak korban terus berusaha memastikan, hingga meminta di tunjukkan rumahnya. Pengakuan korban tetap terhadap dua orang terduga itu.
Selanjutnya pihak keluarga pun menyampaikan persoalan ini kepada pihak desa. Dari situ di lakukan mediasi sekitar tanggal 28 April 2021. Kedua terduga pelaku di panggil aparat desa, dan di pertemukan dengan pihak korban.

Dari pertemuan tersebut, kedua pelaku tidak mengakui, dan membantah tudingan korban. Termasuk pada mediasi kedua kalinya, tetap kedua pelaku membantah tuduhan tersebut.
Karena tidak ada titik terangnya, akhirnya aparat desa menyerahkan persoalan ini kepada pihak kepolisian. Sehingga kasus ini langsung di laporkan pihak keluarga korban, ke Polsek Katingan Kuala agar di proses secara hukum.
Sementara itu Pj kepala desa setempat ketika di konfirmasi membenarkan ada kejadian warganya yang di duga di perkosa. “Kasusnya sudah di laporkan ke Polsek Katingan Kuala. Namun hingga saat ini, kita tidak tahu penanganannya.
Sudah hampir satu bulan ini. Memang ada beberapa anggota polisi yang datang. Cuma perkembangannya kita tidak tahu,” ujarnya, Sabtu sore (22/5).
Dia berharap kasus ini bisa di proses secara hukum. Meskipun, ujar Abdul Muis, peristiwa ini merupakan aib bagi warga desa mereka. “Ini supaya tidak terulang lagi kejadian seperti ini,” ucapnya.
Sementara Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah ketika di konfirmasi melalui Kapolsek Katingan Kuala AKP I Made Sute mengaku malah tidak ada mendapatkan laporan terkait kejadian itu. “Belum ada laporan bang,” jawabnya singkat.(eri/uni)



