
Seperti diketahui tahun lalu Kemenag sudah melakukan seleksi atau penjaringan penyedia layanan haji di Arab Saudi. Baik itu katering, hotel, dan transportasi. Tetapi terhenti karena pandemi. ’’(Kontrak, Red) akan terus diperbaharui sesuai update,’’ katanya. Kontrak layanan haji juga tergantung jumlah jamaah yang akan berangkat tahun ini.
Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono tidak banyak memberikan penjelasan soal persiapan haji 2020. Khususnya setelah keluar keputusan Indonesia masuk dalam daftar negara yang dilarang masuk ke Saudi. Eko mengatakan belum ada informasi resmi terkait kemungkinan pelaksanaan haji 2021.
’’Kita tentu berharap Covid-19 segera berlalu. Sehingga Insyaallah haji tahun ini bisa terlaksana dengan melibatkan jamaah dari luar Saudi,’’ katanya. Seperti diketahui tahun lalu di tengah pandemi Covid-19 haji tetap dilaksanakan. Tetapi terbatas pada jamaah dari dalam negeri Arab Saudi saja. Dengan jumlah jamaah hanya sekitar seribu orang dan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.
Seperti diketahui Selasa (2/2) waktu Saudi, pemerintah setempat mengumumkan menutup akses kedatangan dari 20 negara. Selain Indonesia ada juga Argentina, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Brazil, Jerman, dan Inggris. Kemudian Jepang, Italia, Pakistan, Irlandia, Portugal, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Perancis, Lebanon, Mesir, serta India. Dengan kata lain Indonesia satu-satunya negara di ASEAN yang dilarang masuk ke Saudi.



