Siswa Kelas Foto Borneo Disuruh Menggambar

PALANGKA RAYA – Lagi dan lagi. Ya. Konsistensi adalah kunci. Tahun ke tahun. Kelas Foto Borneo (KFB) digelar Hitam Putih Borneo (HPB). Gratis. Memulai pertemuan perdana untuk angkatan sembilan, di Valv Coffee and Eatery Palangka Raya, Sabtu (16/5) sore.
Sekitar lima sampai enam bulan, mereka akan belajar bareng basic fotografi dan lainnya. Mulai dari sejarah fotografi, pencahayaan, komposisi, caption, editing sederhana, lensa, skema warna, hingga etika dan sejenisnya.
Pembina KFB Deni Krisbiyantoro menuturkan, ada sedikit perbedaan. Khususnya terkait materi pembelajaran. Dengan menyesuaikan kebutuhan dan minat siswa kelas. Untuk itu, saat pertemuan perdana, mereka disuruh menggambar apa saja sesuai imajinasinya.
“Tidak baku materi foto harus urutannya lighting (pencahayaan, red) dulu, bisa saja komposisi atau lainnya. Yang pasti dalam rentang selama kelas, seluruh materi dan tugas disampaikan mentor dan bisa diikuti siswa, hingga menyelesaikan tugas dengan benar,” ucap Deni yang juga mentor kelas foto.
Menggambar, lanjut Deni, banyak perspektif yang bisa dipelajari. Seperti halnya fotografi kerap diartikan sebagai cara menggambar dengan cahaya. Untuk itu, menghasilkan gambar, memiliki makna, bisa dinikmati orang lain, perlu teknik dan pengalaman meski sederhana.
Ketua HPB Octavianus Wahyu Tri Utomo mengatakan, awal mula KFB dimulai 2019. Bekerjasama dengan Kelas Pagi Jogja. HPB dengan program KFB, mentor maupun siswa, berasal dari berbagai latar belakang. Tenaga kesehatan, anggota Polri, jurnalis, pegawai negeri, swasta, ojek online, swasta, mahasiswa, siswa SMA, guru, seniman, dosen, dan banyak lagi.
“Selamat berkomunitas, selamat belajar fotografi bersama, selamat mengerjakan tugas juga. Semoga selesai sampai tugas akhir, kita bisa memamerkan karya foto dan presentasi di depan publik,” ucap pemuda yang karib disapa Bocah Lanang tersebut.
Pun begitu, kela foto belum membuka program pembelajaran online. Sehingga, siswa yang berminat rela datang dari luar kota. KFB setiap Sabtu dan Minggu, gratis, mengutamakan sistem pembelajaran teori dan praktik (sebaliknya). Menyesuaikan kebutuhan dan kesepakatan bersama mentor dan siswa. (abe/red/*)



