
“Sudah lama sampah-sampah dibuang di sini setiap hari. Baik truk, mobil dan lainnya membuang di sini, berbagai macam sampah dan kegunaan sampah tersebut untuk meninggikan tanah. Ini jalan yang dilalui bawahnya sampah semua sebelum ditutupi tanah,” ungkap Mahli.
Keberadaan sampah tersebut juga menjadi alternatif satu-satunya untuk membuat akses jalan setapak. Pasalnya, apabila menggunakan tanah uruk diperlukan dana yang sangat besar.

“Kalau pakai tanah wah mahal, makanya baik yang punya tanah dan warga sekitar memanfaatkan sampah tersebut sebagai alternatif, jadi tumpukan sampah atau kayu-kayu sisa olahan ditumpuk dan nantinya ditimbun dengan tanah urug dan jadilah jalan,” beber Mahli.



