Ini Empat Nama yang Lolos Seleksi Calon Rektor UPR

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030 memasuki babak penting. Dari delapan bakal calon rektor yang mendaftar, hanya empat nama yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Empat kandidat yang lolos verifikasi administrasi tersebut adalah Prof Bhayu Rhama ST MBA PhD, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR; Dr Thea Farina Embang SH MKn, Dekan Fakultas Hukum; Dr Natalina Asi MA, Wakil Rektor I Bidang Akademik; serta Prof Dr Liswara Neneng SPd MSi, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Sementara itu, empat bakal calon lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi sehingga tidak dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Mereka adalah Dr Ir Deddy NSP Tanggara ST MT dari Fakultas Teknik, Prof Dr Ir Uras Tantulo MSc dari Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan, Dr Natalia Sri Martani MSi, Dekan Fakultas Kedokteran, serta Dr Tari Budayanti Usop ST MT dari Fakultas Teknik UPR.
Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof Joni Bungai, mengatakan bahwa proses verifikasi administrasi telah rampung dan hasilnya telah diserahkan kepada Senat UPR untuk ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Bisa hubungi Ketua Senat untuk mengetahui hasil penetapan,” ujar Prof Joni Bungai saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Secara terpisah, Ketua Senat UPR Prof Petrus Poerwadi membenarkan bahwa hanya empat bakal calon yang berhasil melewati tahapan administrasi.
Menurutnya, keputusan tersebut telah ditetapkan melalui rapat senat setelah dilakukan pembahasan terhadap hasil verifikasi yang dilakukan panitia.
“Sudah dirapatkan. Nama empat calon di atas adalah nama yang telah dipastikan lolos administrasi,” tegasnya.
Dengan ditetapkannya empat kandidat tersebut, proses Pilrek UPR periode 2026-2030 kini memasuki tahapan berikutnya yang akan menentukan siapa saja yang berhak melaju hingga pemilihan rektor definitif.
Publik kampus pun mulai menaruh perhatian terhadap dinamika persaingan empat figur yang akan memperebutkan kursi pimpinan perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Tengah tersebut. (oiq/aza)



