BeritaHukum Dan KriminalKASUS TIPIKORNASIONAL

Ironi OTT Pemalang: Bupati Diperas Oknum KPK Pasca-Penangkapan, 4 Orang Jadi Tersangka

KALTENG.CO-Praktik korupsi di lingkungan pemerintahan kembali mencoreng citra penegakan hukum. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang tersangka pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widyantoro.

Namun, yang mengejutkan, satu di antara empat tersangka tersebut merupakan oknum petugas internal KPK sendiri. Oknum staf administrasi itu diduga melakukan pemerasan terhadap Anom tak lama setelah sang bupati terjaring OTT.

Konstruksi Perkara Dibagi Menjadi 2 Klaster

Merespons kompleksitas perkara ini, Lembaga Antirasuah membagi proses penyidikan kasus Operasi Tangkap Tangan Pemalang ke dalam dua klaster utama:

  1. Klaster Pertama (Pemerasan oleh Bupati Pemalang): Penyidikan berfokus pada dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, terhadap jajaran anak buah di lingkungan Pemkab Pemalang serta sejumlah pihak swasta.

  2. Klaster Kedua (Pemerasan oleh Oknum KPK): Penyidikan berfokus pada dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum pegawai KPK terhadap Anom Widyantoro usai tangkap tangan terjadi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan status hukum oknum internal tersebut setelah penyidik mengantongi kecukupan alat bukti yang sah.

“Yang bersangkutan merupakan staf administrasi pada Komisi Pemberantasan Korupsi yang benar merupakan perbantuan dari instansi kepolisian,” terang Budi saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (30/7/2026).

Kemenkeu dan Penyidik Dalami Potensi Penyimpangan Lainnya

Meskipun detail nominal dan modus operandi pemerasan yang melibatkan oknum KPK belum dibuka secara teperinci, Budi menegaskan bahwa kasus ini masih berada dalam tahap awal penyidikan.

Penyidik KPK akan terus menggali fakta-fakta hukum baru untuk memastikan apakah ada praktik serupa yang pernah dilakukan oleh oknum tersebut sebelumnya.

“Ini masih tahap awal, jadi penyidik tentu masih akan fokus terkait dengan perkara ini. Penyidik tentu masih akan mendalami apakah ada praktik-praktik serupa yang dilakukan,” tambah Budi.

Langkah Evaluasi dan Introspeksi Internal KPK

Keterlibatan oknum pegawai dalam kasus hukum ini menjadi tamparan keras sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi KPK. Budi memastikan pihak manajemen akan mengambil tindakan tegas dan langkah korektif menyeluruh.

Perbaikan akan dilakukan baik melalui pendekatan sistem pengawasan maupun pencegahan pada tingkat individual. Langkah ini diambil agar fungsi mitigasi dini berjalan optimal dan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Bupati Pemalang Resmi Kenakan Rompi Oranye

Sebelumnya pada Kamis (30/7/2026) pagi, Bupati Pemalang Anom Widyantoro resmi digiring keluar dari Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan.

Anom ditahan bersama tiga tersangka lainnya yang turut diamankan dalam OTT pada Selasa (28/7). Saat digiring menuju mobil tahanan, Anom tak banyak bersuara dan hanya menyampaikan permohonan maaf singkat atas kasus yang menyeret dirinya.

“Kita paham situasinya, kita minta maaf semua,” ujar Anom singkat sebelum memasuki ruang tahanan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button