Jalur Darat Tetap Disekat

Penyekatan Di fokuskan di Pasar Panas dan Bentot
Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra menyebut, ada tiga posko penyekatan yang telah di siapkan untuk me mantau pergerakan kendaraan keluar masuk wilayah Kabupaten Bartim, sekaligus perbatasan Kalteng-Kalsel paling timur. Posko pertama di Pasar Panas, Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima. Posko kedua di bangun di Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui. Sedangkan posko ketiga berada di Ampah, Kecamatan Dusun Tengah.
Menurut pamen berpangkat melati dua itu, ketiga posko tersebut di jaga tim gabungan dari dinas kesehatan, perhubungan dan BPBD, Orari, TNI, Polri, dan Satpol PP. Penjagaan ketat di lakukan di Pasar Panas dan Bentot yang merupakan pintu masuk Kalteng.
“Di wilayah Dusun Tengah, posko di bangun di dekat Bundaran Ampah, akan di pantau mobilisasi dari arah Muara Teweh (Batara) dan Buntok (Barsel), tapi karena masih dalam satu provinsi, penjagaan tidak seketat di Pasar Panas dan Bentot yang merupakan wilayah perbatasan Kalteng-Kalsel,” ucap kapolres, kemarin.
Di tambahkannya, bagi warga yang melintas ke Kalteng wajib mengantongi dokumen hasil pemeriksaan rapid antigen yang masih berlaku (3×24 jam) sebagaimana instruksi satgas Covid-19.
“Wajib memiliki keterangan negatif tes rapid antigen dari tempat asal atau tes di tempat (posko pengawasan),” tutur kapolres.
Kapolres memastikan tim gabungan akan bekerja selama 24 jam penuh pada pos perbatasan di Bentot dan Pasar Panas.
“Kecuali peniadaan (6 – 17 Mei) hanya mereka tertentu dari angkutan logistik, kedinasan, dan urusan kesehatan, itu pun harus memiliki dokumen hasil rapid (3×24 jam), kalau tidak ada, maka kami akan suruh putar balik kendaraannya,” tukas kapolres. (abw/ahm/alh/log/her/ce/ala)



