Kaji Ulang Sekolah Tatap Muka

Tatap Muka
Ilustrasi FOTO: DOK/KALTENG POS

JAKARTA – Parlemen meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengkaji lebih dalam rencana penerapan sekolah tatap muka Januari mendatang. Mengingat, jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat akhir Desember ini.Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menyebut bahwa peningkatan kasus positif membuat orang tua murid cemas.

”Kami menerima banyak sekali masukan dari orang tua murid yang khawatir jika sekolah jadi dibuka kembali bulan depan,” jelas Syaiful Kamis (24/12).

Pihaknya sepakat bahwa sekolah tatap muka menjadi solusi terbaik dalam mengatasi problem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, situasi darurat yang kembali terjadi juga harus dipertimbangkan.

Syaiful mengingatkan, jumlah kasus Covid-19 pada anak-anak termasuk tinggi di Indonesia. Jumlahnya mencapai 11 persen, lebih tinggi dari rata-rata dunia yang hanya 8 persen.

Risiko penularan pada usia anak-anak sama besarnya dengan orang dewasa.Syaiful memperkirakan, tren peningkatan kasus bakal terus berlangsung selama beberapa waktu ke depan.

”Saya memprediksi kondisi ini akan terus berlanjut hingga bulan depan mengingat maraknya orang mudik dan liburan akhir tahun,” imbuhnya.

Senada, Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin juga meminta sekolah tatap muka dikaji ulang. Sebab, banyak orang tua murid yang keberatan. Dia bisa memahami bahwa PJJ berisiko membuat siswa tingkat akhir kesulitan mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian nasional. Untuk itu, dia mendorong pembentukan peraturan untuk memayungi mekanisme asesmen nasional pengganti ujian nasional.

Regulasi berupa PP harus segera terbit. ’’Terlebih masih dibutuhkan waktu untuk disosialisasikan kepada siswa, guru, dan pengajar,’’ jelas Aziz. Sekaligus antisipasi mengingat kondisi pandemi ke depan belum menentu. (deb/c6/byu/jpg)