BeritaPENDIDIKANUNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Prof. Dr. Ir. Salampak : KKN Internasional III BKS-PTN Barat Memperkuat Kolaborasi

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Barat kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional III PTN BKS-PTN Barat Tahun 2026. Program tersebut dipusatkan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (21/6/2026).

KKN Internasional III menjadi wadah kolaborasi pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri anggota BKS-PTN Barat bersama mahasiswa mancanegara. Melalui program ini, peserta tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, tetapi juga mengembangkan kompetensi global melalui interaksi akademik, budaya, dan sosial.

Universitas Siliwangi (Unsil) dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara (host), sementara Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung bertindak sebagai co-host. Program ini diikuti mahasiswa dari berbagai PTN anggota BKS-PTN Barat serta mahasiswa internasional yang berasal dari tujuh negara, yakni Thailand, Pakistan, Malaysia, Bangladesh, Tanzania, India, dan Yaman.

Selama pelaksanaan KKN, para peserta akan berkolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pengembangan potensi daerah, termasuk sektor eco-tourism, pendidikan, pertanian, kelautan, budaya, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan penyelenggaraan KKN Internasional III PTN BKS-PTN Barat Tahun 2026 merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi anggota BKS-PTN Barat, pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, panitia pelaksana, mitra internasional, hingga masyarakat di lokasi kegiatan.

Ketua BKS-PTN Barat yang juga Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutan pelepasan peserta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Universitas Siliwangi sebagai host, ISBI Bandung sebagai co-host, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, seluruh PTN anggota BKS-PTN Barat, para mitra internasional, serta mahasiswa dari berbagai negara yang berpartisipasi.

“Kehadiran mahasiswa internasional dalam kegiatan KKN ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi, memperluas pertukaran pengetahuan, membangun jejaring akademik, serta mempererat persahabatan antarbangsa,” ujar Prof. Salampak.

Menurutnya, KKN Internasional merupakan investasi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, adaptif, berkarakter, dan memiliki daya saing global. Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan SDM, penguatan riset dan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Prof. Salampak menegaskan, perguruan tinggi tidak boleh menjadi “menara gading” yang terpisah dari kehidupan masyarakat. Kampus harus hadir sebagai pusat ilmu pengetahuan yang mampu melahirkan inovasi, memberikan solusi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan paradigma Kampus Berdampak, di mana keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, publikasi ilmiah, maupun reputasi institusi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu memberikan perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa peserta KKN Internasional agar menjadi pembelajar yang rendah hati, mendengarkan kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi, serta menjadikan kegiatan pengabdian sebagai sarana membangun karakter kepemimpinan, empati, integritas, dan kepedulian sosial.

“Pelaksanaan KKN Internasional bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan upaya menyiapkan generasi muda yang mampu belajar dari masyarakat, mengabdikan ilmu pengetahuan, membangun jejaring lintas budaya, serta membawa nama baik perguruan tinggi dan bangsa di tingkat global. KKN Internasional juga merupakan bagian dari diplomasi akademik Indonesia. Mahasiswa dan dosen menjadi duta intelektual bangsa yang membawa nilai integritas, profesionalisme, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat gotong royong,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan ditempatkan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran yang memiliki beragam potensi unggulan di bidang budaya, pendidikan, pertanian, kelautan, pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat. Kawasan tersebut diharapkan menjadi laboratorium pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memahami kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan.

Melalui KKN Internasional III PTN BKS-PTN Barat Tahun 2026, BKS-PTN Barat kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak.

“Program ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai gerakan bersama untuk memperkuat diplomasi akademik Indonesia, memperluas kontribusi perguruan tinggi di tingkat global, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya. (bam/aza)

Related Articles

Back to top button