Kanker Darah Limfoma, Agresif dan Berpotensi Kematian

Macam-macam Biopsi Yang Dapat Di lakukan
Bagaimana pasien menjalani pemeriksaan di awal? Niken menjelaskan, proses di agnosis awal untuk limfoma non-hodgkin adalah pemeriksaan fisik, gejala-gejala yang di alami, dan detail riwayat kesehatan.
Jika di temukan adanya pembesaran kelenjar getah bening di area tubuh tertentu dan organ limpa, tanpa dapat menemukan penyebabnya, pasien bakal menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.
Beberapa pemeriksaan lebih lanjut, antara lain, pemeriksaan biopsi untuk mengambil sampel jaringan yang membesar, kemudian akan di periksa di laboratorium.
Jika di temukan limfoma non-hodgkin, pemeriksaan di lanjutkan untuk mengetahui stadium dan area persebarannya, sekaligus menentukan tipe limfoma non-hodgkin yang tumbuh.
Niken menyampaikan, macam-macam biopsi yang dapat di lakukan adalah biopsi bedah, biopsi jarum, serta biopsi lainnya (biopsi dan aspirasi sumsum tulang, lumbal pungsi, dan sampel cairan peritoneal atau pleura).
Pemeriksaan lainnya selain biopsi adalah pemeriksaan darah lengkap dan urine untuk melihat seberapa lanjut suatu limfoma atau untuk mengetahui kadar sel darah putih atau sel darah merah atau keping darah.
Tes kimia darah untuk memastikan fungsi hati dan ginjal. Pemeriksaan pada lactate dehydrogenase (LDH) di lakukan karena sering kali meningkat pada limfoma.
Tak Hanya Menyerang Pria
KANKER DLBCL ternyata tidak hanya menyasar kelompok pria. Dokter Toman Tua Julian Lumban Toruan SpPD-KHOM menjelaskan, limfoma tidak memandang jenis kelamin.
Pria dan wanita memiliki risiko yang sama untuk terserang kanker tersebut. Penanganan kanker limfoma secara standar yang berlaku internasional ialah menggunakan kemoterapi. Tapi dapat juga di sertai radiasi dan transplantasi sumsum tulang.
Nah, ada beberapa tips dari Toman sebelum menjalani kemoterapi. Antara lain, makan yang cukup, istirahat cukup, dan konsumsi minuman atau makanan yang mengandung jahe untuk mengurangi mual.
Setelah kemoterapi, pasien bisa mengonsumsi obat antimual jika mual, makan dalam porsi kecil tapi sering, dan tidak makan makanan yang terlalu berbumbu atau pedas.
Toman menambahkan, saat menjalani kemoterapi, sebetulnya pasien tidak perlu menggunduli rambut dulu sebelum kemoterapi. Tapi, lanjut dia, ada beberapa pasien yang melakukan itu untuk kepraktisan.
Menurut Toman, tergantung preferensi setiap pasien. ”Jangan lupa untuk tetap melakukan kegiatan spiritual dan religius. Supaya mental tetap terjaga selama pengobatan,” tuturnya.
Lantas, bagaimana pengobatan secara herbal? Alumnus Spesialis Penyakit Dalam dan Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) itu menjelaskan, hingga kini belum ada studi penelitian yang mendalam tentang keefektifan pengobatan herbal untuk mengobati kasus limfoma.



