BeritaNASIONAL

Kehadiran Presiden Prabowo di Monas Jadi Sinyal Positif Bagi Kesejahteraan Buruh Indonesia

KALTENG.CO-Suasana perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, berlangsung meriah pada Jumat (1/5/2026).

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah-tengah massa buruh menjadi sorotan utama, terutama saat ia memasuki area acara dengan kendaraan taktis buatan dalam negeri.

Kedatangan Ikonik dengan Pindad Maung

Presiden Prabowo tiba di kawasan Monas sekitar pukul 08.40 WIB. Menariknya, orang nomor satu di Indonesia tersebut memilih menaiki Pindad Maung, mobil taktis kebanggaan produksi industri pertahanan nasional, saat membelah kerumunan massa.

Mengenakan pakaian safari khas berkelir krem, Prabowo disambut dengan antusiasme luar biasa oleh ribuan buruh yang telah memadati lapangan sejak pagi. Setibanya di lokasi, Presiden langsung disambut oleh tokoh-tokoh buruh nasional, di antaranya:

  • Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

  • Jumhur Hidayat, Ketua Umum KSPSI yang juga menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH).

Momen Hangat: Berjoget Bersama Tipe-X

Ada pemandangan menarik saat Presiden berada di atas panggung utama. Terbawa suasana ceria dari musik ska yang dibawakan grup band legendaris Tipe-X, Prabowo tampak asyik berjoget mengikuti irama.

Aksi spontan ini sontak memicu sorak-sorai dari para buruh. Sebagai bentuk keakraban, Presiden bahkan melemparkan topi yang dikenakannya ke arah massa di bawah panggung, yang disambut dengan riuh rendah kegembiraan para peserta May Day.

Harapan Buruh Terhadap Kesejahteraan dan Regulasi

Di balik kemeriahan acara, kehadiran Presiden juga membawa harapan besar bagi masa depan ketenagakerjaan di Indonesia. Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban, memberikan apresiasi tinggi atas kesediaan Presiden untuk hadir langsung merayakan hari besar kaum pekerja.

“Beliau mau merayakan Hari Buruh bersama buruh. Tepuk tangan untuk kita semua,” ujar Elly di hadapan massa.

Namun, Elly juga menitipkan pesan penting terkait kebijakan pemerintah. Para buruh berharap Presiden Prabowo dapat meninjau kembali beberapa isu krusial dalam regulasi ketenagakerjaan, antara lain:

  1. Sistem Kontrak Kerja: Kepastian status kerja bagi para buruh.

  2. Struktur Pengupahan: Penyesuaian upah yang lebih layak sesuai kondisi ekonomi.

  3. Masalah Outsourcing: Regulasi yang lebih berpihak pada perlindungan pekerja alih daya.

“Kami percaya bahwa Bapak akan melihat kami sebagai kaum yang sangat membutuhkan perhatian dan kebijakan yang adil,” tambah Elly.

Menjaga Iklim Bisnis yang Sehat

Secara terpisah, para pimpinan serikat pekerja juga terus mengimbau agar aksi May Day 2026 tetap berlangsung kondusif dan tertib. Hal ini dilakukan demi menjaga iklim bisnis tetap sehat dan memastikan stabilitas nasional, sembari tetap menyuarakan aspirasi buruh dengan lantang dan damai.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Monas kali ini dianggap sebagai sinyal positif komunikasi antara pemerintah dan elemen buruh, menciptakan ruang dialog yang lebih terbuka untuk perbaikan nasib pekerja di masa depan. (*/tur)

https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button