Kembali ke Kodrat! Tanggalkan Rasa Malu dan Gengsi, Lucinta Luna Mantap Shalat Ied di Shaf Laki-Laki

KALTENG.CO-Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momentum untuk kembali ke fitrah. Makna ini nampaknya dirasakan secara mendalam oleh selebritas Lucinta Luna.
Di tengah suasana Lebaran 2026, sosok yang kerap menuai kontroversi ini mengejutkan publik dengan sebuah keputusan besar terkait perjalanan spiritual dan jati dirinya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Lucinta Luna membagikan momen saat dirinya melaksanakan shalat Idul Fitri di Seoul, Korea Selatan. Namun, ada yang berbeda kali ini: ia memilih untuk menanggalkan identitas wanitanya dan kembali sebagai Muhammad Fatah.
Penampilan Berbeda: Tanpa Make-Up, Mengenakan Baju Koko dan Sarung
Jika biasanya publik melihat sosoknya dengan riasan wajah tebal dan pakaian modis, pada 1 Syawal 1447 H (2026), Lucinta tampil sangat sederhana. Ia mengunggah foto dirinya yang mengenakan:
Baju Koko putih yang rapi.
Sarung dan Peci.
Wajah natural tanpa riasan (make-up).
Yang paling mencuri perhatian adalah keberaniannya untuk berdiri di shaf laki-laki saat menunaikan ibadah shalat Id jamaah. Hal ini dianggap sebagai langkah besar bagi seorang Lucinta Luna dalam mengakui kodrat lahiriahnya di hadapan Sang Pencipta.
Perjalanan Iman di Negeri Seberang
Lucinta mengaku bahwa keputusannya ini bukanlah hal yang mudah. Ada rasa malu dan gengsi yang harus ia lawan demi sebuah ketenangan batin.
“Di momen Idul Fitri ini, untuk pertama kalinya saya memberanikan diri menunaikan sholat ied berjamaah di masjid di Negeri Seberang, berdiri di barisan shaf laki-laki. Itu adalah sebuah langkah keberanian kecilku yang penuh makna dalam perjalanan imanku,” tulisnya dalam keterangan foto tersebut.
Mengakui Identitas sebagai Muhammad Fatah
Selama bertahun-tahun, nama Muhammad Fatah seolah menjadi hal yang tabu bagi Lucinta. Namun, di hari yang suci ini, ia justru dengan bangga menyematkan nama aslinya tersebut dalam doa yang ia panjatkan.
Ia menyadari bahwa dirinya adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan dan penyimpangan. Dengan penuh kerendahan hati, ia memohon agar diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Meski aku hanya seorang pendosa yang tak luput dari penyimpangan, izinkan aku, Muhammad Fatah, di hari yang suci ini untuk beribadah lebih dekat kepada-Mu Ya Allah,” ungkapnya dengan tulus.
Harapan untuk Masa Depan: Perlahan Memperbaiki Diri
Keputusan Lucinta Luna untuk kembali ke fitrah saat Lebaran 2026 ini diharapkan menjadi awal yang baru bagi kehidupannya. Ia berharap dapat mengurangi rasa gengsi dan terus melangkah di jalan yang telah ditetapkan Tuhan sejak ia lahir.
Bagi banyak orang, transformasi ini menjadi pengingat bahwa pintu taubat dan kesempatan untuk berbenah selalu terbuka bagi siapa saja, terutama di bulan kemenangan.
Makna Spiritual Lebaran bagi Lucinta Luna:
Keberanian: Melawan ego dan opini publik untuk kembali ke identitas asli.
Kejujuran: Mengakui jati diri sebagai Muhammad Fatah secara terbuka.
Harapan: Menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik (turning point) untuk ibadah yang lebih baik.
“Semoga setiap kesempatan yang diberikan kepadaku menjadi awal yang lebih baik. Amin,” tutupnya. (*/tur)



