BeritaHIBURANHukum Dan Kriminal

Kerugian Rp 2,6 M, Pasutri Pemilik WO Marwah Jaktim Ditangkap!

KALTENG.CO-Kasus penipuan berkedok penyedia jasa pernikahan atau wedding organizer (WO) kembali marak terjadi. Kali ini, sebuah WO bernama WO Marwah yang beroperasi di kawasan Jakarta Timur (Jaktim) berhasil diringkus polisi setelah membawa kabur uang miliaran rupiah milik puluhan calon pengantin.

Modus yang digunakan pelaku terbilang rapi, mulai dari tebar promo murah di media sosial hingga menyelenggarakan sesi test food palsu untuk meyakinkan para korbannya. Namun, menjelang hari pernikahan, pelaku justru menutup kantor dan menghilang tanpa jejak.

Gambar Kiri Gambar Kanan

Kronologi & Modus Licik WO Marwah: Jeratan Promo Murah Instagram

Salah satu korban, pasangan Aldi (32) dan Feny (32) asal Bekasi, menceritakan bagaimana awal mula mereka terjebak oleh taktik licik WO Marwah.

Pelaku memanfaatkan media sosial Instagram untuk mempromosikan paket pernikahan dengan harga miring namun memiliki visual yang sangat meyakinkan. Berdasarkan kesaksian korban, berikut adalah tahapan modus yang dilakukan pelaku:

  • Promosi Agresif di Instagram: Menawarkan price list murah dengan fasilitas mewah untuk menarik minat calon pengantin.

  • Sesi Test Food & Fitting Baju: Untuk meyakinkan korban, pelaku sempat mengadakan uji coba makanan (test food) dan pengepasan baju pengantin yang dihadiri oleh vendor dekorasi serta katering asli.

  • Permintaan Pelunasan Awal: Setelah korban percaya, pelaku mendesak pelunasan pembayaran di awal.

  • Menghilang H-1 Pernikahan: Kantor WO tiba-tiba dikosongkan dan pelaku memutus semua kontak tepat sebelum hari pernikahan digelar.

“Awalnya saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian kami mencapai Rp 85,5 juta,” ungkap Feny.

Kecurigaan Feny dan Aldi mulai terbukti saat pihak gedung pertemuan mengonfirmasi bahwa WO belum membayarkan uang sewa. Saat mendatangi kantor WO Marwah di kawasan JGC pada H-1 pernikahan, mereka mendapati kantor tersebut sudah kosong melompong.

Puluhan Calon Pengantin Gigit Jari, Kerugian Menembus Rp 2,6 Miliar

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengungkapkan bahwa dampak dari penipuan ini sangat masif. Berdasarkan data sementara, tercatat ada 58 calon pengantin yang menjadi korban keganasan WO Marwah.

Tabel Data Korban dan Kerugian Sementara

Kategori DataJumlah / Estimasi
Total Korban Terdata58 Pasangan Calon Pengantin
Nasib Pernikahan2 pasangan telanjur menikah tanpa fasilitas, 56 pasangan terancam batal/tertunda
Laporan Kerugian ResmiRp 2.658.885.000 (dari 24 korban yang baru selesai diperiksa)
Potensi KerugianDiprediksi akan terus membengkak

“Angka kerugian ini masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan pemeriksaan terhadap korban lainnya yang masih berlangsung,” jelas Kombes Pol Alfian Nurrizal.

Pemilik WO Marwah (Pasutri) Resmi Ditangkap Polisi

Dalang di balik penipuan skala besar ini ternyata adalah pasangan suami istri (pasutri) berinisial RM dan ER. Keduanya merupakan pemilik langsung dari WO Marwah.

Setelah mengumpulkan bukti-bukti yang kuat dari posko pengaduan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur langsung bergerak cepat menangkap kedua pelaku. Saat ini, pasutri tersebut telah resmi mendekam di balik jeruji besi.

Fokus pihak kepolisian saat ini adalah:

  1. Menelusuri Aliran Dana: Mengusut kemana saja uang miliaran rupiah milik para korban dilarikan oleh pelaku.

  2. Membuka Posko Pengaduan: Polisi mengimbau masyarakat atau calon pengantin lain yang merasa pernah bertransaksi dengan WO Marwah untuk segera melaporkan diri ke Polres Jakarta Timur agar data kerugian dapat direkapitulasi secara tuntas.

Tips Menghindari Penipuan Wedding Organizer

Belajar dari kasus WO Marwah di Jakarta Timur ini, calon pengantin diimbau untuk lebih selektif dalam memilih vendor pernikahan. Berikut tips aman agar terhindar dari penipuan serupa:

  • Jangan Tergiur Harga Terlalu Murah: Lakukan riset harga pasar. Jika harga yang ditawarkan tidak masuk akal, Anda patut curiga.

  • Cek Rekam Jejak (Track Record): Cari ulasan objektif dari pengantin terdahulu, jangan hanya percaya pada testimoni di feed Instagram milik WO tersebut.

  • Gunakan Sistem Pembayaran Bertahap: Jangan pernah melunasi biaya pernikahan 100% di awal jika belum mendekati hari H atau sebelum ada kejelasan kontrak dengan pihak gedung/vendor katering secara langsung.

  • Hubungi Vendor Pihak Ketiga: Pastikan untuk mengonfirmasi langsung ke pihak gedung, katering, atau dekorasi apakah WO yang Anda gunakan sudah membayarkan uang muka atau belum.

Bagaimana pendapat Anda mengenai maraknya penipuan berkedok WO belakangan ini? Apakah Anda memiliki tips tambahan untuk para calon pengantin agar terhindar dari kerugian serupa? (*/tur)

Related Articles

Back to top button