Konflik Trump vs The Fed Guncang Pasar Kripto: Bitcoin Anjlok, Ketidakpastian Mengancam!

KALTENG.CO-Ketegangan politik di Amerika Serikat kembali mengguncang pasar kripto global. Harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya sempat mengalami penurunan tajam setelah Presiden Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan mencoba memecat salah satu anggota dewan gubernur The Fed, Lisa Cook, yang memperuncing konfliknya dengan Ketua The Fed, Jerome Powell.
Langkah ini, yang dilaporkan oleh media seperti Bitcoinist dan BeInCrypto pada Rabu (27/8/2025), memicu kekhawatiran besar di kalangan investor tentang independensi bank sentral AS. Hal ini menyebabkan gelombang gejolak di pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin dan Ethereum.
Euforia Investor Tergantikan Kepanikan
Sebelumnya, pasar kripto sempat merasakan euforia. Pidato Jerome Powell di Simposium Jackson Hole mengisyaratkan adanya kemungkinan penurunan suku bunga, yang disambut positif oleh investor. Bitcoin pun sempat melonjak, menembus harga tertinggi USD 117.000 atau sekitar Rp 1,9 miliar.
Namun, euforia itu seketika sirna setelah Trump secara terbuka menekan The Fed untuk lebih agresif dalam memangkas suku bunga dan berusaha mengganti Lisa Cook. Tindakan ini dianggap sebagai ancaman langsung terhadap otonomi kebijakan moneter, yang langsung memicu respons negatif di pasar.
Dampak Nyata pada Pasar Kripto
Efeknya sangat terasa dan instan. Bitcoin langsung anjlok di bawah USD 111.000 (sekitar Rp 1,8 miliar), turun lebih dari 12% dari puncaknya. Ethereum juga terjun bebas lebih dari 5% dalam semalam. Sebagian besar altcoin terkemuka seperti Solana, XRP, Cardano, hingga Dogecoin ikut terpukul, dengan penurunan berkisar 3-5%.
Gejolak ini juga terlihat dari statistik pasar. Volume perdagangan kripto melonjak 67% dalam 24 jam terakhir, mencapai USD 220 miliar, sementara kapitalisasi pasar total turun 2,48% menjadi USD 3,79 triliun. Angka-angka ini menunjukkan adanya kepanikan dan aksi jual besar-besaran oleh para trader. Hampir USD 900 juta posisi leverage dilikuidasi, yang semakin memperparah tekanan jual di pasar.
Pergeseran Arus Modal dan Ancaman bagi The Fed
Di tengah kekacauan, terjadi pergeseran menarik. Meskipun Bitcoin dan mayoritas kripto tertekan, beberapa aset menunjukkan daya tarik yang berbeda. Data menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar bersih USD 23 juta, sementara ETF Ethereum justru mencatat arus masuk signifikan, mencapai USD 338 juta. Ini menunjukkan adanya perubahan selera investor yang mulai beralih ke ETH di tengah ketidakpastian seputar Bitcoin.
Analis menduga langkah Trump untuk memecat Lisa Cook adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menguasai The Fed tanpa perlu memecat Powell secara langsung. Jika upaya ini berhasil, Trump akan memiliki kendali atas empat dari tujuh gubernur, yang cukup untuk memengaruhi keputusan kunci seperti Federal Open Market Committee (FOMC). Namun, Lisa Cook dilaporkan menolak mundur dan berencana mengajukan gugatan hukum, yang akan menjadi pertarungan hukum bersejarah.
Potensi Jangka Pendek dan Resiko Jangka Panjang
Langkah Trump ini menciptakan dua skenario yang saling bertolak belakang bagi pasar kripto. Skenario pertama, jika Trump berhasil mendikte The Fed untuk memangkas suku bunga lebih cepat, likuiditas yang melimpah bisa menjadi katalis bullish bagi kripto dalam jangka pendek.
Skenario kedua, yang lebih berbahaya, adalah jika independensi The Fed hancur. Analis memperingatkan hal ini bisa memicu kekacauan fiskal di AS, yang dapat berujung pada resesi global dan krisis kepercayaan di pasar modal. Efeknya tentu akan menjalar ke seluruh ekosistem kripto.
Saat ini, para investor sedang memantau level teknikal penting pada Bitcoin. Kegagalan untuk kembali ke atas zona USD 111.000–112.000 dapat membuka pintu bagi penurunan lebih dalam, menuju USD 100.000. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa di era modern, pergerakan kripto tidak hanya didorong oleh teknologi dan adopsi, tetapi juga sangat rentan terhadap dinamika politik global. (*/tur)



