
KONSUMSI elpji pada periode Natal dan tahun baru (Nataru) diperkirakan meningkat. Itu sejalan dengan geliat aktivitas ekonomi di masyarakat. Executive General Manager Pertamina Marketing Region Jatimbalinus C.D. Sasongko mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap elpiji pada periode tersebut berdasar tren tiap tahun cenderung meningkat. ”Karena itu, kami membentuk Satgas Nataru untuk memastikan pelayanan maksimal dalam mengoordinasi, termasuk memantau kelancaran penyaluran,” paparnya.
Saat ini, pasokan elpiji cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Tapi, untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama Natal dan tahun baru, jika diperlukan, penyaluran akan ditambah sesuai dengan kebutuhan yang sudah diperhitungkan.
”Sementara produk subsidi dan penugasan dari pemerintah tentu akan disesuaikan dengan kuota yang sudah ditetapkan,” ujar Sasongko.Selama masa Satgas Nataru 2020–2021, konsumsi harian elpiji 3 kg bersubsidi di Jatim diperkirakan meningkat sebanyak 6 persen, dari 4.110 metrik ton (MT) menjadi 4.360 MT. Di wilayah Bali, diperkirakan bertambah sebanyak 4 persen, dari 630 MT menjadi sebanyak 660 MT. Kemudian, di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), konsumsi harian elpiji 3 kg bersubsidi meningkat sebanyak 9 persen, dari 350 MT menjadi 380 MT.




