Kontroversi Lagu “Bayar Bayar Bayar” Sukatani: Kritik Pedas yang Bikin Aparat “Panas Kuping”?

Namun, tak sedikit pula yang kontra dan menganggap lirik lagu ini tendensius dan berpotensi merusak citra kepolisian. Bahkan, beredar kabar bahwa Sukatani sampai harus meminta maaf kepada Kapolri atas lagu tersebut. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran informasi tersebut.
Kritik atau Penghinaan?
Kontroversi lagu “Bayar Bayar Bayar” ini memunculkan pertanyaan tentang batasan antara kritik dan penghinaan. Apakah lirik lagu Sukatani ini merupakan kritik yang membangun atau justru sebuah penghinaan terhadap institusi kepolisian?
Di satu sisi, lirik lagu ini bisa dilihat sebagai kritik terhadap oknum aparat yang melakukan pungli. Tujuannya adalah agar ada perbaikan di tubuh kepolisian dan praktik-praktik негаtif seperti ini bisa dihilangkan.
Namun, di sisi lain, lirik lagu ini juga bisa diinterpretasikan sebagai penghinaan terhadap institusi kepolisian secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan liriknya yang terlaluFrontal dan tidak menyebutkan secara spesifik oknum yang dimaksud.
Pesan di Balik Lagu “Bayar Bayar Bayar”
Terlepas dari kontroversi yang ada, lagu “Bayar Bayar Bayar” ini jelas mengandung pesan yang kuat tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum. Lagu ini juga menjadi pengingat bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengkritik dan контрол kinerja aparat kepolisian.
Kontroversi lagu ini diharapkan bisa menjadi momentum bagi kepolisian untuk berbenah diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian bisa kembali meningkat.(*/tur)



