
KALTENG.CO-Kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air, Super League 2025-2026, kembali menyuguhkan duel panas di matchweek ke-25. PSIM Jogja bersiap menjamu Persijap Jepara di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Rabu (11/3/2026) malam.
Laga ini diprediksi berjalan sengit mengingat statusnya sebagai pertandingan pemungkas Laskar Mataram di bulan Ramadan tahun ini.
Secara klasemen, PSIM Jogja saat ini berada di posisi kedelapan, unggul cukup jauh dari Persijap Jepara yang masih tertahan di peringkat ke-15. Meski demikian, statistik terkini menunjukkan bahwa posisi di tabel klasemen bukanlah jaminan bagi tuan rumah untuk menang mudah.
Head-to-Head dan Kondisi Skuad
Pertemuan pertama kedua tim musim ini pada Desember lalu berakhir sama kuat 1-1 di Jepara. Kala itu, PSIM harus bersusah payah menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan.
Menjelang laga malam nanti, kedua tim dipastikan pincang. PSIM kehilangan gelandang enerjik Fahreza Sudin akibat sanksi kartu merah saat melawan Semen Padang. Di kubu tamu, Laskar Kalinyamat juga kehilangan pilar asing Jose Luis Espinosa Arroyo serta gelandang petarung Wahyudi Hamisi.
Waspadai Transformasi Persijap di Putaran Kedua
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menaruh hormat tinggi pada kebangkitan tim lawan. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, kedatangan 10 pemain baru berkualitas dari Liga India hingga Spanyol telah mengubah wajah Persijap.
“Dalam tiga pertandingan terakhir mereka mampu mendapat lima poin. Jadi ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujar Van Gastel.
Data dari Flashscore memperkuat kekhawatiran tersebut. Sejak pekan ke-18 hingga ke-24, rapor Persijap jauh lebih mentereng dengan mengemas tiga kemenangan, dua imbang, dan hanya dua kali kalah. Sebaliknya, performa Ramos Mingo dkk justru sedang “ngedrop” dengan hanya memetik satu kemenangan dalam tujuh laga terakhir di putaran kedua.
Adu Strategi: Lini Serang PSIM vs Tembok Kokoh Persijap
Pertandingan ini akan menjadi ujian konsistensi bagi kedua tim. Persijap di bawah asuhan Mario Lemos kini memiliki pertahanan yang kian solid. Mereka mencatatkan empat clean sheet dan hanya kebobolan enam gol dalam tujuh laga terakhir.
Namun, PSIM memiliki modal di lini depan. Meski pertahanannya keropos (kebobolan 12 gol di putaran kedua), produktivitas gol Laskar Mataram masih di atas Persijap dengan torehan 10 gol dalam periode yang sama.
Pelatih Persijap, Mario Lemos, menegaskan timnya tidak gentar meski beberapa pilar absen. Ia mengandalkan kolektivitas legiun asing seperti Borja Herrera, Iker Guarrotxena, Carlos Franca, Borja Martinez, hingga Lucas Morelatto untuk mencuri poin di Bantul.
“Adanya pemain yang absen adalah hal biasa. Kita datang dengan fokus penuh dan akan coba mendapatkan poin karena itu yang kita butuhkan,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Prediksi Jalannya Pertandingan
PSIM diprediksi akan mengambil inisiatif serangan sejak menit awal guna memberikan kado manis bagi suporter di akhir Ramadan. Namun, mereka harus ekstra waspada terhadap serangan balik cepat Persijap yang kini bermain lebih terorganisir.
Jika lini belakang PSIM kembali melakukan kesalahan elementer, bukan tidak mungkin Persijap akan membawa pulang poin penuh dari Stadion Sultan Agung. (*/tur)




