Gubernur Kalteng Apresiasi FGD dan Sosialisasi Badan Bank Tanah untuk Ketahanan Pangan dan Energi
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Bank Tanah atas terselenggaranya Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Badan Bank Tanah di Hotel Best Western Batang Garing, Palangka Raya, Kamis (26/05/2025). Apresiasi tersebut di sampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur dalam pembukaan acara tersebut.
Menurut Leonard, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam guna mendukung ketahanan pangan dan energi di Kalteng. Terlebih, FGD ini juga di rangkaikan dengan pembahasan persiapan penyusunan proposal pelepasan Hutan Produksi Konversi Tidak Produktif (HPK-TP) serta rencana perolehan tanah yang telah di keluarkan dari kawasan hutan (APL) di Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Kalimantan Tengah sebagai provinsi terluas di Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. Pelepasan HPK-TP adalah salah satu upaya mengalihfungsikan lahan tidak produktif agar memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Leonard.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran Badan Bank Tanah di harapkan dapat mendorong pengelolaan aset tanah secara lebih efektif dan transparan. Dengan demikian, pemanfaatannya dapat di optimalkan demi kemakmuran daerah, terutama dalam mendukung program ketahanan pangan dan energi. Selain itu, rencana perolehan tanah dari kawasan APL juga harus di kelola secara baik agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Tiga Tahun Lebih Kami Bertugas
“FGD dan sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada semua pihak, sehingga dapat tercipta sinergi dalam membangun Kalimantan Tengah yang adil dan sejahtera,” pungkasnya. Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah Badan Bank Tanah, Perdananto Aribowo, menjelaskan bahwa Badan Bank Tanah berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pengelolaan tanah.
“Tiga tahun lebih kami bertugas, dan hingga saat ini telah memperoleh lebih dari 33.000 hektare tanah yang tersebar di 21 provinsi serta 39 kabupaten/kota,” ungkapnya. Ia menambahkan, bahwa tanah dengan status hak pengelolaan tersebut telah di manfaatkan untuk berbagai kepentingan strategis nasional, seperti pembangunan Bandara VVIP di Penajam Paser Utara dan jalan bebas hambatan, serta mendukung program reforma agraria.
Pada kesempatan itu, Perdananto juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung penyelenggaraan FGD ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah penting bagi Badan Bank Tanah dalam menjalankan tugas dan fungsinya demi kepentingan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. (pra)
EDITOR : TOPAN




