BeritaKAWAT DUNIAMETROPOLIS

Memandang Wajah Yesus Sebelum Paskah: Kisah di Balik Tradisi Relikui Kerudung Veronika

KALTENG.CO-Memasuki fase paling sakral dalam kalender liturgi Katolik, Vatikan kembali menghidupkan tradisi yang telah berusia ratusan tahun. Di tengah keheningan Minggu Kelima Prapaskah, Basilika Santo Petrus memamerkan salah satu harta karun spiritual paling berharga: Kerudung Veronika.

Meskipun ritual ini hanya berlangsung selama beberapa menit, maknanya bagi ratusan peziarah yang memadati basilika pada Minggu, 22 Maret 2026, sangatlah mendalam. Penampilan relikui ini bukan sekadar pameran artefak, melainkan sebuah undangan bagi umat untuk merenungkan sengsara Kristus menjelang Pekan Suci.

Makna Teologis di Balik Nama “Veronika”

Secara historis dan etimologis, sosok Veronika membawa pesan yang kuat. Nama “Veronika” diyakini berasal dari perpaduan kata Latin dan Yunani, Vera Icona, yang berarti “Ikon Sejati”.

Hal ini merujuk pada keyakinan bahwa kain yang digunakan seorang wanita bernama Veronika untuk menyeka wajah Yesus dalam perjalanan menuju Golgota, secara ajaib menyimpan jejak wajah Sang Juru Selamat.

“Relikui ini adalah simbol iman yang diwariskan lintas generasi. Ia adalah pengingat nyata akan kasih Tuhan dalam perjalanan menuju Kalvari,” ujar Pietro Zander dari Museum Perbendaharaan Basilika Santo Petrus.

Jejak Sejarah: Dari Abad ke-8 hingga Penjarahan Roma

Keberadaan Kerudung Veronika memiliki rekam jejak sejarah yang panjang dan berliku:

  • Abad ke-8: Referensi awal menyebutkan adanya kapel khusus Santa Veronika di Basilika Santo Petrus lama.

  • Tahun 1207: Paus Innocentius III memamerkan relik ini secara publik untuk pertama kalinya.

  • Tahun 1300: Menjadi pusat perhatian dunia pada Tahun Yubileum yang dicanangkan Paus Bonifasius VIII. Sastrawan legendaris Dante Alighieri bahkan mencatat kekagumannya dalam karya Paradiso.

  • Tahun 1527: Relik ini sempat terancam hilang saat peristiwa tragis Penjarahan Roma (Sack of Rome), namun berhasil bertahan hingga ditemukan kembali di struktur basilika yang baru pada abad ke-17.

Prosesi Liturgi: Keheningan yang Megah

Prosesi penayangan relik ini dilakukan dengan protokol liturgi yang sangat ketat dan khidmat. Diawali dengan doa pembuka dan nyanyian Litani Para Kudus, suasana berubah menjadi magis ketika relik diambil dari kapel di atas patung Santa Veronika.

Diringi dentang lonceng dan lagu himne Latin Vexilla Regis, relik tersebut diarak dan diperlihatkan ke berbagai penjuru basilika. Penggunaan dupa yang mengepul memberikan simbol penghormatan universal, sebelum akhirnya relik dikembalikan ke tempat penyimpanannya dalam suasana hening yang mencekam.

Mengapa Hanya Ditampilkan Saat Prapaskah?

Ada paradoks yang indah dalam tradisi ini. Di saat gereja-gereja Katolik di seluruh dunia mulai menutup gambar suci dan patung dengan kain ungu menjelang Paskah, Basilika Santo Petrus justru membuka selubung Kerudung Veronika.

Hal ini memberikan kesempatan langka bagi umat untuk “memandang wajah Kristus” secara spiritual satu kali lagi sebelum mereka memasuki misteri wafat dan kebangkitan-Nya pada Pekan Suci. Selain Kerudung Veronika, Vatikan juga menyimpan relik penting lainnya seperti Tombak Suci Longinus dan fragmen Salib Sejati. (*/tur)

Related Articles

Back to top button