Mengajari Siswa SLB Matematika, Guru Mapel Perlu Triks Khusus

Mengajari Siswa SLB Matematika, Guru Mapel Perlu Triks Khusus

KALTENG.CO – Mengajari siswa SLB Mapel Matematika tidak semudah siswa normal, perlu triks khusus. SEAMEO for QITEP in Mathematics (SEAQIM) menggelar acara simposium internasional dan workshop bertajuk Redefining The Needs of Special Education Students for Mathematics in Southeast Asia.

Kedua acara tersebut berlangsung selama tiga hari (14-16 Oktober 2021) di Melia Purosani Hotel, Yogyakarta.

Acara yang di buka oleh Deputy Director for Program and Development dari SEAMEO Secretariat Bangkok Wahyudi ini merupakan bagian dari proyek kolaborasi antara SEAQIM dan SEAMEO SEN serta beberapa institusi lain.

Di antaranya PPPPTK Matematika dan CRICED dari Jepang. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Samto dan Direktorat PMPK Baharudin.

Deputy Director for Program at SEAMEO for QITEP in Mathematics Farida Nurhasanah mengatakan, proyek ini terdiri atas kegiatan survey terkait pembelajaran matematika bagi siswa berkebutuhan khusus dan simposium internasional serta workshop berdasarkan hasil survey tersebut.

Baca Juga:  Guru PPPK Kini Bisa Menjabat Kepala Sekolah

“Surveynya sudah di lakukan selama 3 bulan (Mei-Juli 2021) di 8 negara Asia Tenggara. Melalui project ini institusi kami ingin mengembangkan dan mendesain bagaimana pelatihan guru yang efektif untuk guru-guru yang mengajar di sekolah SLB dan inklusi yang backgroundnya bukan dari pendidikan matematika,” kata Farida dalam keterangan, Senin (18/10/2021).

Bersama dengan Kepala Tim Spesialis dari SEAMEO for QITEP in Mathematics Wahid Yunianto. Farida juga memaparkan hasil survey yang di peroleh dari 4.577 guru dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan inklusi di 8 negara Asia Tenggara. Yakni Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Laos, Kamboja, dan Indonesia.

Menurutnya. Simposium dan workshop ini bertujuan mengkaji kebutuhan para guru yang mengajar mata pelajaran matematika bagi siswa difabel baik di SLB maupun sekolah inklusi. Agar dapat merumuskan suatu desain program pelatihan bagi guru-guru tersebut.