Mentan Apresiasi Progres Food Estate

LUMBUNG PANGAN: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau lokasi food estate di Desa Belanti Siam, Pulpis, Rabu (16/12). Rombongan juga melakukan peninjauan di Desa Bentuk Jaya A4, Kapuas. FOTO: HUMAS PEMPROV UNTUK KALTENG POS

PALANGKA RAYA-Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pihaknya optimistis pada Januari 2021 akan mulai dilakukan penanaman di lokasi pengembangan food estate. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja kesekian kalinya di Bumi Tambun Bungai, dengan agenda peninjauan progres pelaksanaan program pemerintah pusat di Kapuas dan Pulang Pisau, Rabu (16/12).

Mengawali kunjungan kerjanya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama rombongan meninjau lokasi pengembangan food estate di Desa Bentuk Jaya A5, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, tepatnya di salah satu petak lahan pertanian.

Usai peninjauan di Desa Bentuk Jaya, Mentan beserta rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pulang Pisau untuk meninjau progres program center of excellence (pusat keunggulan) food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu.

Baca Juga:  Sepanjang 2021, Bencana Alam Banjir Terbanyak

“Melihat progres yang ada di Desa Bentuk Jaya, kami jadi sangat optimistis, meskipun lahan rawa memang sangat dinamis dan memiliki tantangan tersendiri, karena harus diolah dengan lebih intensif,” tegasnya, kemarin.

Mentan menilai bahwa sejauh ini progres pelaksanaan program cukup bagus. Apalagi dengan adanya tantangan alam di lokasi pengembangan, yakni lahan yang sangat dinamis berupa rawa dengan kontur tanah bervariasi. Ada yang dalam, sedang, flat, dan cukup bagus. Dinamika lapangan pun bisa terlihat.

Baca Juga:  Momentum Hari Guru Nasional (HGN), Saatnya Memuliakan Martabat Guru

“Saya berharap akhir Desember nanti seluruh pengolahan sudah selesai, sehingga awal Januari akan dimulai penanaman. Kita gunakan semua kekuatan untuk bisa menanam dengan baik. Tentu saja 100 hari kemudian kita berharap sudah bisa panen,” ungkapnya.

Syahrul juga menegaskan bahwa program food estate yang dikembangkan di Kalteng, baik di Kapuas maupun di Pulang Pisau, merupakan proyek percontohan nasional sesuai dengan arahan  Presiden Jolo Widodo beberapa waktu lalu.

“Program ini dipersiapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, di antaranya dengan pengembangan berbagai komoditas, mekanisasi, pemberdayaan para petani, dan juga industri pengolahannya,” tutupnya. (nue/ce/ala)