Misteri Mayat Perempuan Terkubur di Belakang Perumahan PT BJAP 2, Suami Korban Kini Jadi Buronan Polisi

PANGKALAN BUN, Kalteng.co-Tabir gelap kasus penemuan jenazah yang terkubur di area belakang perumahan karyawan PT BJAP 2, Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara (Arutara), mulai terungkap. Pihak kepolisian kini mengarahkan dugaan kuat kepada suami korban sebagai pelaku utama di balik tragedi berdarah tersebut.
Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Theodorus Priyo Santosa, melalui Kapolsek Arut Utara, IPDA Edgar Alfiansyah, menegaskan bahwa pihaknya tengah bergerak cepat melakukan pengejaran.

“Untuk terduga pelaku masih dalam proses penyelidikan intensif dan saat ini mengarah kuat kepada suami korban,” ungkap IPDA Edgar saat dikonfirmasi pada Rabu (22/4/2026).
Kronologi Kecurigaan Keluarga: Alibi Merantau ke Batam
Kasus yang menggegerkan warga Arut Utara ini bermula dari hilangnya korban berinisial AN sejak Sabtu (18/4/2026). Kecurigaan keluarga memuncak pada Senin pagi (20/4/2026) ketika saksi berinisial M menanyakan keberadaan korban kepada suaminya, N.
Saat itu, N memberikan jawaban yang janggal. Ia berdalih bahwa istrinya telah berangkat merantau ke Batam untuk mencari kerja. Namun, keluarga tidak lantas percaya karena korban dikenal selalu berpamitan jika ingin pergi jauh.
“Kecurigaan muncul karena korban tidak pamit kepada keluarga sebelum pergi. Jawaban suami korban terasa tidak sinkron dengan kebiasaan korban,” jelas Edgar.
Terduga Pelaku Kabur Saat Dicari
Titik terang mulai muncul pada Senin siang. Saat saksi mengajak N untuk bersama-sama mencari keberadaan korban, gelagat N semakin mencurigakan. Setelah sempat pulang ke rumah sebentar, N justru memacu sepeda motornya pergi dan tidak pernah kembali lagi hingga saat ini.
Kepergian N yang mendadak ini mendorong warga dan pihak keluarga melakukan penyisiran mandiri di sekitar lingkungan tempat tinggal korban, khususnya di area belakang perumahan karyawan.
Temuan Gundukan Tanah dan Bau Tak Sedap
Pencarian warga berakhir tragis di sebuah lokasi di belakang blok perumahan. Warga menemukan gundukan tanah yang tampak masih baru dan terasa gembur saat diinjak.
Curiga dengan kondisi tersebut, warga mencoba menggali menggunakan cangkul. Baru beberapa sentimeter menggali, warga menemukan papan kayu dan mencium aroma tidak sedap yang menyengat. Temuan tersebut segera dilaporkan ke manajemen perusahaan dan diteruskan ke Polsek Arut Utara.
Hasil Otopsi dan Dugaan Pembunuhan
Setelah dilakukan penggalian total oleh petugas kepolisian, jenazah AN ditemukan dalam kondisi mengenaskan terkubur di dalam tanah. Polisi menduga kuat bahwa AN adalah korban tindak pidana pembunuhan yang direncanakan.
“Jenazah korban sudah dievakuasi dan menjalani proses otopsi di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Saat ini kami masih menunggu hasil resmi dari tim medis untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” pungkas IPDA Edgar.
Saat ini, kepolisian telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan terus mengumpulkan keterangan saksi guna memperkuat bukti untuk menjerat pelaku yang kini masih dalam pengejaran. (son)



