BeritaHukum Dan Kriminal

Momen Ramadan dan Idul Fitri, Polda Kalteng Perketat Pengawasan Peredaran Narkoba

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Polda Kalimantan Tengah meningkatkan langkah antisipasi terhadap peredaran gelap narkotika menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejumlah strategi di lakukan guna menekan peredaran barang terlarang di wilayah Bumi Tambun Bungai.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari razia di sejumlah titik hingga penyelidikan di jalur-jalur yang di duga menjadi lintasan peredaran narkotika. Dirresnarkoba Polda Kalteng Kombes Pol Slamet Adi Purnomo mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif sejak awal Ramadan dengan meningkatkan kegiatan pengawasan dan penindakan.

“Dengan adanya momentum bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, kami sudah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi peredaran gelap narkotika di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya, Kamis (12/3/2026). Ia menjelaskan, upaya tersebut di lakukan melalui razia di sejumlah tempat yang di anggap rawan serta melakukan pemetaan terhadap jaringan maupun jalur distribusi narkoba yang selama ini menjadi perhatian aparat.

“Kami melaksanakan razia di beberapa lokasi tertentu serta melakukan penyelidikan pada jalur-jalur yang kami duga menjadi lintasan peredaran narkotika,” jelasnya. Menurutnya, berdasarkan hasil pengungkapan kasus yang di lakukan selama ini, terdapat sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah yang masuk dalam kategori rawan peredaran narkoba.

Kami Terus Berkoordinasi Dengan Pihak Di Kalimantan Barat

Beberapa daerah yang kerap menjadi perhatian aparat antara lain Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan dan Kapuas yang di nilai memiliki potensi jalur distribusi narkotika. “Beberapa wilayah yang kami kategorikan rawan antara lain Kotawaringin Timur, Seruyan dan Kapuas, terutama yang berkaitan dengan jalur distribusi melalui laut maupun sungai,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jalur utama peredaran narkotika yang masuk ke Kalimantan Tengah sebagian berasal dari wilayah Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan provinsi tersebut. “Pengungkapan terakhir yang cukup besar yaitu sekitar 35 kilogram sabu masuk melalui jalur Lamandau yang berbatasan dengan Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum di daerah lain guna memutus jaringan peredaran narkotika lintas wilayah. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak di Kalimantan Barat untuk menutup jalur-jalur yang sering di manfaatkan oleh jaringan narkoba,” jelasnya.

Dalam rangka memperketat pengawasan, Polda Kalteng juga telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis baik di jalur darat maupun jalur perairan. “Kami sudah memplotting personel di beberapa titik tertentu untuk melaksanakan razia maupun pemeriksaan secara dadakan terhadap kendaraan yang mencurigakan,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa luasnya wilayah serta banyaknya jalur tidak resmi atau jalur tikus masih menjadi tantangan dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika di daerah. “Kendala utama kami adalah banyaknya jalur tikus baik melalui darat maupun jalur air yang kerap di manfaatkan oleh jaringan narkoba,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pengungkapan kasus narkotika yang di tangani pihaknya masih di dominasi oleh pelaku dari kalangan masyarakat sipil. “Sejak Januari hingga saat ini sudah hampir 80 kasus yang kami tangani dan sejauh ini keterlibatan masih dari masyarakat sipil,” pungkasnya. (oiq)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button